Home Start Back Next End
  
13
c)
Tidak mengandung bahan-bahan yang harus kosuspensi lebih dari 29
K dan tidak
mengandung bahan-bahan yang dapat larut dan dapat merusak beton.
d)
Kandungan klorida  (CL) tidak lebih dari 500 ppm dan senyawa sulfat tidak lebih dari
1.000 ppm sebagai SO3.
e)
Bila dibandingkan dengan kekuatan tekan adukan dan beton yang menggunakan air
suling, maka kekuatan adukan dan beton yang memakai air yang
diperiksa, tidak
lebih dari 10%.
f)
Semua air meragukan harus dianalisa secara kimia dan dievaluasi mutunya menurut
pemakaiannya.
g)
Khusus untuk beton pratekan, kecuali syarat-syarat tersebut di atas, air tidak boleh
mengandung klorida lebih dari 50 ppm.
Akibat dari air yang tidak memenuhi syarat dapat mengakibatkan :
a)
Sifat kemantapan bentuk dari pada beton yang dihasilkan menjadi rendah,
menyebabkan pecah, rebah setelah beberapa waktu kemudian.
b)
Menghalangi pengikatan pengerasan dalam campuran beton yang menyebabkan
kekurangan kekuatan betonnya.
2.4
Agregat
Agregat adalah bahan granular seperti pasir, kerikil, dan batu pecah atau
kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Agregat dibedakan dalam agregat alam dan
buatan. Agregat alam berasal dari batu alam atau berasal dari penghancuran alami dari
batuan alam, sedangkan agregat buatan diperoleh dari industri pemecah batu. Menurut
beratnya agregat dapat dibagi menjadi agregat berat, agregat normal, dan agregat ringan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter