Home Start Back Next End
  
14
Agregat alam berat digunakan untuk pembuatan beton berat, agregat alam normal untuk
pekerjaan beton yang umum, dan agregat alam ringan untuk pembuatan beton ringan.
Agregat terdiri atas butiran-butiran yang beraneka ragam dari ukuran kecil
sampai besar. Jika ukuran butiran ini diuraikan ke dalam kelompok dengan ukurannya
tertentu, maka dapat diperoleh suatu pembagian butiran yang terdiri dari butiran yang
sama besarnya atau antara batasan ukuran tertentu. Untuk menguraikan besar butiran ke
dalam
fraksi digunakan ayakan (sieve), dan dari hasil pengayakan diperoleh gambaran
mengenai susunan butiran dari agregat tersebut menjadi agregat halus atau agregat kasar.
Agregat halus adalah agregat yang besar butirannya lolos dari saringan 2,36 mm (ayakan
No. 4) dan tertahan di saringan 0,075 mm (ayakan No. 200), sedangkan secara umum
agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil disintegrasi batuan atau berupa batu pecah
yang diperoleh dari industri pemecah batu dan memiliki ukuran butiran antara 5 - 40 mm
atau agregat yang tertahan pada saringan 2,36 mm (ayakan No. 4).
Komposisi dari
agregat kasar harus memenuhi persyaratan gradasi yaitu melalui analisa saringan dengan
nomor sebagai berikut :
Tabel 2.1
Analisa Saringan Agregat Kasar
Ukuran Saringan
(mm)
Persentase agregat yang lolos saringan (%)
Gradasi Agregat
40 mm
20 mm
10 mm
76
100
-
-
38
95 – 100
100
-
19
35 – 70
95 – 100
100
9,6
10 – 40
30 – 60
50 – 85
4,8
0 – 5
0 – 10
0 – 10
Kombinasi agregat yang dicampur dengan suatu bahan pengikat semen dan air
sudah dapat menjadi adukan beton. Agregat berfungsi juga untuk mengurangi
penyusutan serta mengurangi kekuatan dan stabilitas volume dari mortar dan beton.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter