|
15
Agregat merupakan bahan tambah atau pengisi yang tidak ikut aktif di dalam pengikatan
campuran beton. Ukuran maksimum yang lebih kecil pada umumnya akan memberikan
kekuatan beton lebih besar. Hal ini karena proses pemecahan, agregat akan cenderung
pecah melalui daerah yang lebih lemah, sehingga pengurangan ukuran maksimum
agregat berarti memperkecil
daerah yang lemah pada agregat. Agregat yang dapat
dipakai untuk beton harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a)
Agregat harus bersih.
b)
Keras atau kuat.
c)
Bebas dari sifat penyerapan secara kimia.
d)
Tidak bercampur dengan tanah liat atau lumpur.
e)
Distribusi atau gradasi ukuran butir agregatnya memenuhi ketentuan yang berlaku.
Untuk mendapatkan adukan yang dapat memberikan keawetan pada beton yang
telah mengeras, maka pemeriksaan agregat kasar sangat diperlukan.
Pemeriksaan Berat Isi Agregat Kasar
Pemeriksaan berat isi agregat kasar dilakukan untuk menunjukan berat isi dari
agregat kasar yang akan dipergunakan sebagai bahan campuran beton. Berat isi
agregat adalah nilai banding antara berat dengan volume agregat dalam keadaan
kering. Di dalam perancangan campuran adukan beton, untuk menentukan volume
padat bagian yang terpilih perlu diketahui ruangan-ruangan yang dipakai oleh partikel
agregat, terlepas dari ada atau tidaknya pori dalam partikel. Nilai yang digunakan
adalah berat isi keadaan jenuh kering permukaan
(saturated and surface dry
condition). Berat isi suatu agregat dipengaruhi oleh jumlah air yang ada.
Untuk itu
dalam menentukan campuran adukan beton dipakai nilai rata-rata
hasil pemeriksaan
|