|
kehidupan dalam keluarga, pengaruh teman sebaya, kelas sosial ekonomi serta
kualitas tempat tinggal. Beberapa faktor yang menurut para teoris dan peneliti agresi
sangat sering ditemukan sebagai pengarah dan pencetus kemunculan agresi di
antaranya adalah frustasi, stres, deindividuasi, kekuasaan dan kepatuhan,
kehadiran senjata, provokasi, obat-obatan dan alkohol, serta suhu udara (Koeswara,
1988).
Baron dan Byrne (1994) mengelompokkan agresi menjadi tiga pendekatan
dalam menerangkan penyebab dasar perilaku agresi, yaitu: faktor biologis, faktor
eksternal, dan faktor belajar.
1.
Faktor Biologis
Menurut pendekatan ini, agresi pada manusia seperti telah diprogramkan
untuk kekerasan dari pembawaan psikologis secara alami instinct theory
seseorang menjadi agresif karena hal itu merupakan bagian alami dari
reaksi mereka. Sigmund Frued yang merupakan pelopor teori ini
mengatakan bahwa agresif muncul dari naluri atau instinct keingingan
untuk mati yang kuat (thanatos) yang diproses oleh setiap individu (Baron
& Byrne, 1994).
2.
Faktor Eksternal
Hal lain yang dipandang penting dalam pembentukan perilaku agresi
adalah faktor eksternal. Menurut Dollard (dalam Praditya, 1999), frustasi,
yang diakibatkan dari percobaan-percobaan yang tidak berhasil untuk
memuaskan kebutuhan, akan mengakibatkan agresif. Frustrasi akan
terjadi jika keinginan atau tujuan tertentu dihalangi.
Berkowitz (1993)
mengatakan bahwa frustasi menyebabkan sifat siaga
untuk bertindak secara agresif karena kehadiran kemaharan (anger) yang
|