Start Back Next End
  
21
hanya pendekatan transaksional yang diterapkan. Tetapi, yang sebaliknya tidak berlaku,
jadi sebaik-baiknya kepemimpinan transaksional maka akan menjadi biasa saja apabila
tidak memiliki sifat-sifat transformasional. Pada gambar Cakupan Utuh
model
kepemimpinan ini menjelaskan bahwa Laissez-Faire adalah model yang paling pasif dan
karena itu merupakan perilaku pemimpin yang paling tidak efektif. Para pemimpin yang
menggunakan gaya ini jarang dianggap efektif. Management by exception-entah aktif
ataupun pasif-sedikit lebih baik dari pada Laissez-Faire,
tetapi masih dianggap tipe
kepemimpinan yang tidak efektif. Pemimpin yang menerapkan Management by
exception cenderung hanya memberikan reaksi saat ada masalah, yang sering kali sudah
terlambat. Kepemimpinan yang memberikan contingent reward
bisa menjadi
gaya
kepemimpinan yang efektif. Namun, pemimpin seperti ini tidak bisa mendorong
karyawannya untuk bekerja di luar cakupan tugasnya. Hanya dengan empat gaya
kepemimpinan yang lain-
semuanya merupakan aspek dari kepemimpinan
transformasional
-
pemimpin bisa memotivasi karyawan untuk bekerja diatas ekspetasi
dan mengorbankan kepentingan pribadi mereka demi kepentingan organisasi.
Individualized consideration, intellectual stimulation, inspirational
motivation, dan
idealized influence, seluruhnya mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras,
meningkatkan produktivitas, memiliki moril kerja serta kepuasan kerja yang lebih tinggi,
meningkatkan efektivitas organisasi, meminimalkan perputaran karyawan, menurunkan
tingkat ketidakhadiran dan memiliki kemampuan menyesuaikan diri secara organisasi
yang lebih tinggi. Berdasarkan model ini, pemimpin umumnya paling efektif bila
mereka secara rutin menetapkan masing-masing dari keempat perilaku transformasional.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter