|
16
2.1.2.6
Gaya Kepemimpinan Transformasional
Berdasarkan Yukl (2013, p.312), konsep awal tentang kepemimpinan
transformasional telah diformulasi oleh Burns (1978) dari penelitian deskriptif mengenai
pemimpin
pemimpin politik. Burns (1978) menjelaskan kepemimpinan
transformasional sebagai proses para pemimpin dan pengikut saling menaikkan diri ke
tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi. Kemudian Bass (1985) mengusulkan
sebuah teori kepemimpinan transformasional yang dibangun atas gagasan
gagasan
yang lebih awal dari Burns (1978). Menurut Bass (1985) dalam buku Yukl (2013, p.313)
menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional adalah suatu keadaan dimana para
pengikut
dari
seorang pemimpin transformasional merasa adanya kepercayaan,
kekaguman, kesetiaan, dan hormat terhadap pemimpin tersebut, dan mereka termotivasi
untuk melakukan lebih dari pada yang awalnya diharapkan mereka. Pemimpin tersebut
mentransformasi dan memotivasi para pengikut dengan cara membuat mereka lebih
sadar mengenai pentingnya hasil hasil suatu pekerjaan, mendorong mereka untuk lebih
mementingkan organisasi atau tim daripada kepentingan diri sendiri, dan mengaktifkan
kebutuhan kebutuhan mereka pada yang lebih tinggi.
Menurut
Bass dalam Robbins
dan Judge
(2007, p.387) kepemimpinan
transformasional adalah pemimpin yang memberikan pertimbangan dan rangsangan
intelektual yang diindividualkan dan memiliki kharisma.
Sedangkan menurut Newstrom dan Bass (dalam Sadeghi dan Pihie, 2012)
pemimpin transformasional memiliki beberapa komponen perilaku tertentu, diantaranya
adalah integritas dan keadilan, menetapkan tujuan yang jelas, memiliki harapan yang
tinggi, memberikan dukungan dan pengakuan, membangkitkan emosi pengikut,
dan
|