|
38
al, 2001; Watts & Zimmerman, 1986; Holthausen & Leftwich, 1983 dalam
Priantinah, 2009).
1.
The Bonus Plan Hypothesis
The bonus plan hypothesis menjelaskan bahwa, pada perusahaan yang
memiliki rencana pemberian bonus, manajer perusahaan akan lebih memilih metode
akuntansi yang dapat menggeser laba dari masa depan ke masa kini sehingga dapat
menaikkan laba saat ini. Hal ini
dikarenakan manajer lebih menyukai pemberian
upah yang lebih tinggi untuk masa kini.
2.
The Debt to Equity Hypothesis (Debt Covenant Hypothesis).
The debt to equity hypothesis (debt covenant hypothesis) menjelaskan bahwa,
pada perusahaan yang mempunyai rasio debt to equity
tinggi, manajer
perusahaan
cenderung menggunakan metode akuntansi yang dapat meningkatkan pendapatan
atau laba
atau menurunkan liabilitas dan meningkatkan ekuitas. Perusahaan dengan
rasio debt to equity
yang tinggi akan mengalami
kesulitan dalam memperoleh dana
tambahan
dari pihak kreditor bahkan perusahaan terancam melanggar perjanjian
utang.
3.
The Political Cost Hypothesis (Size Hypothesis)
The political cost hypothesis (size hypothesis) menjelaskan bahwa, pada
perusahaan besar yang memiliki biaya politik tinggi, manajer akan lebih memilih
metode akuntansi yang menangguhkan laba yang dilaporkan dari periode sekarang
ke periode masa mendatang. Sehingga, dapat memperkecil laba yang dilaporkan.
Biaya politik muncul dikarenakan profitabilitas
perusahaan yang tinggi dapat
menarik perhatian media dan konsumen.
|