Tato dibuat sebagai suatu symbol atau penanda, dapat memberikan suatu kebanggaan
tersendiri bagi si empunya dan simbol keberanian dari si pemilik tato. Sejak masa
pertama tato dibuat juga memiliki tujuan demikian. Tato dipercaya sebagai simbol
keberuntungan, status sosial, kecantikan, kedewasaan, dan harga diri.
2.2.3 Teknik Pembuatan Tato
Ada berbagai cara dalam pembuatan tato. Ada yang menggunakan tulang
dengan duri pohon jeruk, dan ada pula yang menggunakan tembaga
panas
untuk mencetak gambar naga di kulit seperti yang dapat ditemui di Cina. Bukannya
tidak sakit dalam proses membuat tato. Sebenarnya rasa sakit pasti dialami ketika
membuat tato di tubuh, namun karena nilai yang tinggi dari tato, dan harga diri yang
didapatkan, maka rasa sakit itu tidak dianggap masalah.
Ada berbagai jenis dan ragam bentuk tato, tergantung dengan apa yang dipercaya oleh
suku-suku bersangkutan, dan di setiap daerah umumnya memiliki persepsi yang
berbeda-beda tentang tato, meski pada prinsipnya hampir sama.
2.2.4 Mentawai
Nenek
moyang orang Mentawai diperkirakan datang ke pulau siberut sekitar
3.000 tahun yang lalu dan menyebar ke sipora, pagai utara dan selatan. Asal mereka
belum diketahui secara jelas, namun menurut para ahli ada 3 kemungkinan yaitu
berasal dari Nias, Polinesian, atau Vietnam.. Menurut kepercayaan masyarakat
Siberut, keseluruhan suku yang ada di sana awalnya berasal dari satu suku/uma dari
daerah Simatalu yang terletak di Pantai Barat Pulau Siberut yang kemudian menyebar
ke seluruh pulau dan terpecah menjadi beberapa
uma/suku.
?Tipe kebudayaan
Mentawai diperkirakan menyebar diseluruh Indonesia pada masa lampau, tetapi telah
dipengaruhi oleh kebudayaan lain yang datang dari daerah luar seperti Hindu, Budha,
Kristen dan Islam. Sampai saat ini kebudayaan Mentawai relatif masih asli karena
keterisolasian dan belum banyak dipengaruhi oleh kebudayaan lain.
??
- ?
Struktur Sosial
Masyarakat Mentawai bersifat patrinial dan kehidupan sosialnya dalam suku disebut
"uma". Struktur sosial tradisional adalah kebersamaan, mereka tinggal di rumah besar
yang disebut juga "uma" yang berada di tanah-tanah suku. Seluruh makanan, hasil
hutan dan pekerjaan dibagi dalam satu uma.
?Kelompok
-kelompok patrilinial ini
terdiri dari keluarga-keluarga yang hidup di tempat-tempat yang sempit di sepanjang
sungai-sungai besar.
Walaupun telah terjadi hubungan perkawinan antara kelompok-kelompok uma yang
tinggal di lembah sungai yang sama, akan tetapi kesatuan-kesatuan politik tidak
pernah terbentuk karena peristiwa ini.
?Struktur sosial itu juga bersifat e
galitarian,
yaitu setiap anggota dewasa dalam uma mempunyai kedudukan yang sama kecuali
"sikerei" (atau dukun) yang mempunyai hak lebih tinggi karena dapat menyembuhkan
penyakit dan memimpin upacara keagamaan.
?Secara tradisional uma mempunyai
wewenang tertinggi di Siberut. Selama rezim Orba fungsi organisasi sosial uma
kurang begitu berfungsi tetapi sejak era reformasi uma mulai digalakkan kembali
dibeberapa Desa dengan dibentuknya Dewan Adat. Sejak otonomi daerah bergulir
direncanakan satuan pemerintah terendah yaitu laggai.
??
|