![]() Kenapa mengayau?
1.
Jika ada anggota keluarga, pemimpin suku meninggal (digunakan
sebagi pelindung bagi jiwa yang meninggal)
2.
Untuk melindungi pertanian
3.
Untuk mendapatkan tambahan daya, jiwa
4.
Untuk balas dendam
2.2.7 Tato di Mentawai dan Dayak iban
Suku Mentawai
memandang tato sebagai suatu hal yang sakral dan berfungsi
sebagai simbol keseimbangan alam. Saat ini tato masih dapat di temukan di beberapa
daerah seperti Siberut
( di pedalaman ) tujuan utama dari tato adalah sebuah tahap
penyempurnaan jiwa dan raga dalam kehidupan yang sekarang dan nanti
di alam.
Juga salah satu bentuk oranamen penghias tubuh.
Suku Dayak Iban percaya kalau Pantang dapat melindungi mereka baik dari
penyakit atau roh jahat. Masyarakat Iban jaman dulu membuat tato pertama pada anak
ketika berusia 10-11tahun untuk menandai mereka Baru Lanjau atau beranjak dewasa
dan mampu melakukan aktifitas perburuan.
Bagi pria merupakan simbol status sosial
dan kebanggaan serta sebagai tanda berapa banyak seorang pria telah mengayau.
2.2.8 Desain tato
Pada kedua suku Mentawai dan Dayak Iban
memiliki persamaan yaitu Motif-
motif tato mereka diambil dari bentuk-bentuk alam seperti bentuk hewan ataupun
tumbuhan, terkadang bentuk-bentuk alat-alat yang memiliki peranan penting atau hal-
hal yang sering dijumpai oleh kedua suku tersebut. Tentu saja tato pada Mentawai dan
Dayak Iban dibuat berdasarkan ciri khas suku masing-masing.
Perbedaanya terdapat pada elemen-elemen yang digunakan yaitu pada
Mentawai cenderung menggunakan garis-garis dan pada Dayak Iban cenderung
berbentuk tribal.
2.2.8 Tradisi tradisional
Terdapat tradisi-tradisi tradisional lainnya pada Mentawai dan Dayak Iban
selain tato yaitu pada mentawai adanya tradisi asah gigi pada wanita dan di dayak
iban ada tradisi mengayau atau memenggal kepala musuh.
2.3 Data Target
2.3.1 Consumer Behaviour
Masyarakat yang berada di era modern yang memiliki rasa ingin tahu yang
tinggi terhadap tato tradisional.
2.3.2 Psikografi
Personality
-
Tertarik terhadap seni dan kebudayaan
-
Senang terhadap hal-hal baru atau tidak umum
-
Memiliki ketertarikan tentang hal-hal purba atau tradisional
|