Start Back Next End
  
14
Ketika
sebuah
kesimpulan
telah
diambil,
sang
pakar
dan
sistem
pakar
harus
menjelaskan
mengapa kesimpulan tersebut diambil sehingga pengguna dapat
menilai
ketepatan
pengambilan
keputusan.  Sistem
pakar
juga
sering
memiliki
kemampuan
untuk
menjelaskan
mengapa
pertanyaan
tersebut
diajukan.
Komunikasi
dengan
sistem
pakar
harus
dibuat
senyaman
mungkin
seperti
sedang
berbicara
dengan
seorang
pakar
yang
sesungguhnya.
Penjelasan yang informatif membuat pengguna merasa nyaman.
2.1.3 Logika Fuzzy
Logika
fuzzy
awalnya
dikembangkan
karena
penyelesaian
masalah
dengan
menggunakan
teknologi
berdasarkan
data
eksperimen
dianggap
kurang
tepat
walaupun
untuk
seorang
ilmuwan
yang
berpengalaman
dapat
mengatur
ketepatan
dari data
yang digunakan sebagai knowledge base dari sebuah sistem pakar. Namun
jika
data
yang
diukur
kurang
tepat
karena
kesalahan
relatif
atau
kesalahan
sistem,
atau
banyaknya
data
pengganggu,
akan
mengakibatkan
pengambilan
kesimpulan
yang
tidak
bisa
digunakan
dalam
sistem
pakar.
Oleh
karena
itu
diperlukannya
sebuah
metode
untuk
menangani ketidaktepatan
terhadap data dengan
logika fuzzy.
Menurut
Hemmer
(2008:25-26),
pendekatan
logika
fuzzy
menggunakan
struktur
matematis
untuk
menyajikan
dan
menghitung
ketidaktepatan
suatu
data
dalam
metode
kecerdasan
buatan
(Artificial
Intelligence).
Logika
fuzzy
merupakan
himpunan bagian dari logika Boolean konvensional yang telah dikembangkan untuk
menangani nilai yang letaknya sepenuhnya benar dan sepenuhnya salah. 
Menurut
Jang
(1997:13),
himpunan
klasik
merupakan
himpunan
dengan
batas
yang
pasti
(crisp
boundary).
Misalnya
himpunan
klasik
A
dari
bilangan
asli
yang lebih dari 6 dapat ditulis dalam notasi berikut:
dari
notasi
tersebut
sangat
jelas
bahwa
batas
himpunan
adalah
6,
jika
x
lebih
besar
daripada 6,
maka
x
merupakan
himpunan bagian dari
himpunan
A; selain
itu bukan
merupakan
himpunan bagian dari
himpunan A. Jika kita
misalkan A =
“orang
yang
memiliki
badan
tinggi”
dan
x
=
“tinggi”,
tentu
pemisalan
tersebut
kurang
pantas
untuk
mengkategorikan
tinggi
badan
seseorang.
Himpunan
klasik
akan
mengkategorikan
orang
yang
memiliki
tinggi
badan
6.001
kaki
sebagai
orang
yang
tinggi,
namun
tidak
untuk orang dengan
tinggi badan 5.999 kaki. Hal tersebut tentu
saja tidak masuk akal, oleh sebab itu diperlukannya logika fuzzy.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter