|
25
pada masa lampau biasanya dihasilkan dan tanah liat alami yang
me ngandung feldspar da n silika yang dibaka r sehingga menjadi padat dan
tidak porous. Warna bakar Stoneware diantaranya abu-abu, krem, coklat,
coklat tua, dan oranye. Biasanya tanah liat stoneware menga ndung unsur
besi (Fe), titanium (Ti), zinc (Zn) dan ini yang membedakan antara
stoneware denga n Porselin karena Porselin tidak mengandung unsur besi
sehingga membe rikan ciri khas Porselin berwarna putih. Kandungan besi
alami yang ada dalam tanah seperti besi, ilminite, atau mangaan akan
me rubah permuka an glasirnya yang apabila dibakar menghasilkan efek
spot-spot besi be rwarna kecoklatan.
Kelebihan stoneware:
-
Plastisitasnya yang memiliki keluasan penggunaan
-
Kuat te tapi tidak menggelas
-
Penyusutan yang rendah
-
Memiliki warna alami tanah
-
Memilki spot-spot besi
-
Memilki sifat pencegahan terhadap bloating (mengembang)
-
Padat dan kedap air
-
Memiliki sifat tahan terhadap kejut suhu
-
Memiliki sifat me nyatu dengan glasirnya
c. Porselin (12500C14600C)
Porselin merupakan badan keramik yang te rbuat dari tana h liat dan bahan
halus lain berwarna yang putih. Badan ini setelah melalui proses
pembakaran akan menghasilkan benda putih yang padat, keras, kedap air
(porositasnya sangat kec il), seperti kac a da n transculent (setengah
tra nsparan/tembus bayang) dengan kete balan 3 mm. Pada umumnya
temperatur bakar porselin berkisar antara 1250oC1460oC. Bahan utama
porselin adalah kaolin, kata kaolin berasal da n kata China Kao
(tinggi) dan Ling (bukit), jadi kaolin merupakan sebuah bukit tinggi
dimana lempung pertama kali ditemukan. Produk keramik biasanya
terbuat dari ca mpuran bahan seperti kaolin, kwarsa, ballclay, dan feldspar
namun dengan bahan ballclay kadang-ka dang mengakibatkan porselin
me njadi kurang putih, sebagai pengganti dapat digunakan bentonite.
|