|
24
perbandingan kadar kandungan bahan tanah liat antara lain campuran atau
kotora n humus (organik), oksida besi (Fe), oksida mangaan (Mn), ok sida
cupper (Cu), cksida cobalt (Co), dll.
Pada waktu proses pembakaran berlangsung kotoran yang bersifat
orga nik akan terbaka r habis, sedangka n bahan yang terikat secara kimiawi
akan menyeba bkan ta nah liat menjadi berwarna. Pada umumnya tanah liat
earthe nware paling banyak mengandung oksida besi (Fe). Bentuk butiran
atau partikel yang halus dan lembut akan membe rikan sifat lentur atau
pla stis jika mengandung air yang berfungsi se bagai peluma s. Plastisitas
tanah liat earthe nware cukup tinggi sehingga susut ke ring dan susut
bakarnya juga tinggi, jadi semakin tinggi plastisitas tanah liat semakin
tinggi pula susut kering dan susut bakarnya. Sifat lain adalah
porousitasnya yang cukup tinggi setelah mengalami proses pembakaran
hal ini disebabkan ka rena tanah liat ini masih banyak me ngandung pasir.
Dengan adanya sifat porous ini memungkinkan air pembentuk keluar dari
badan keramik sela ma proses pengeringan sehingga benda keramik tidak
mudah pecah ata u retak.
Perubahan struktur tanah liat e arthenware dari hasil proses pembakaran:
-
Suhu bakar a ntara 7000C9000C mudah pecah
-
Suhu bakar a ntara 9000C10500C aman
-
Suhu bakar antara 10500C11800C maksima l
-
Suhu bakar di atas 11800C akan gosong bahkan meleleh.
b. Stoneware (12000C13000C)
Kera mik stoneware biasanya di bakar rata-rata pada cone 4-cone 11
(1186oC-1315oC), se hingga memiliki te mperatur kematangan diantara
earthe nware dan porselin. Stoneware dikenal sebagai ba dan tanah liat
yang bagus karena kekuatannya, memiliki wa rna-warna alami, bersifat
keras dan aga k mengkaca. Seperti halnya porselin, stoneware jika dibaka r
pada suhu dimana tanah liat terse but menjadi mengkaca ma ka hasilnya
akan menjadi kedap air, tetapi pada umumnya stoneware tidak terlalu
me ngkaca. Glasir dan badan stoneware masak pada suhu yang sama
sehingga akan membentuk ketepatan glasir yang sempurna. Stoneware
|