![]() 23
Perbedaan warna tersebut berga ntung da ri da erah asal dan kadar
kandunga n bahan yang terdapat dalam tanah lia t
Gamba r 2.6 : Perbedaan warna tanah lia t setelah dibakar menjadi biskuit
Sumber : Wahyu Gatot Budiyanto, dkk. (2008). Kriya Keramik untuk SMK Jilid 1.
Direktorat Pembinaan Sekolah Me nenga h Kejuruan
h. Daya Suspensi, adalah sifat yang memungkinkan saatu bahan atas suatu
campuran tetap dalam bentuk cairan, sifat ini sangat mempengaruhi
tingkat plastisitas tanah liat
i. Sifat Slaking, merupakan sifat yang berhubungan dengan pelunakan da ri
tanah liat ketika bertemu dengan air. Tanah liat dapat hancur dalam air
me njadi butiran-butiran yang lebih halus dalam waktu tertentu dan pada
suhu udara biasa
j. Struktur Tanah Liat, perbandingan besar butiran da n bentuk butiran
partikel-partikel tana h liat akan berpengaruh pa
plastisitas, kekuatan
kering, penyusutan, porotisitas da n kara kter ben
setelah dibakar.
Struktur ta nah liat berupa struktur halus (tanah li
dan struktur kasa r
(pasir)
C. Badan Tanah Liat
Secara umum benda kera mik me nurut bahan yang digunakan dan suhu
bakarnya dapat dibe dakan menjadi tiga, yaitu:
a. Earthenware (900oC1180oC)
Yang termasuk jenis tanah liat earthenware adalah tanah liat gerabah,
pottery, dan terracotta yang merupa kan bahan utama ya ng digunakan
untuk membuat benda keramik bakaran rendah (9000C1180 0C). Tanah
liat dalam keadaan mentah yang diperoleh dari tempat asalnya (deposit)
me miliki berbagai warna krem, kuning kecoklatan, merah kecoklatan,
abu-abu, dan hitam, perbe daan warna banyak dipengaruhi oleh
|