|
33
2.2.6 Penge rtian Glazir
Glasir merupakan material yang te rdiri da ri beberapa bahan tanah atau batuan
silikat dimana bahan-bahan tersebut selama proses pembaka ran akan melebur
dan membentuk lapisan tipis seperti gelas yang melekat menjadi satu pada
permukaan badan ke ramik. Glasir merupakan kombinasi yang seimbang da ri
satu atau lebih oksida basa (fux), oksida asam (silika), da n oksida netral
(alumina), ketiga bahan tersebut merupakan bahan utama pembentuk glasir
yang dapat disusun dengan berbaga i kompoisisi untuk suhu kematanga n
glasir yang dikehendaki.
Dalam penge rtia n yang sederhana untuk membuat glasir diperluka n 3 bahan
uta ma:
a. Silika : berfungsi sebaga i unsur penggelas (pembentuk kaca)
Silika (SiO2) juga dise but flint atau k warsa yang akan membentuklapisan
gelas bila menc air dan kemudian membeku. Silika murni berbentuk
me nyerupai kristal, dimana apabila berdiri sendiri titik leburnya sangat
tinggi antara yaitu 16100C-17100C.
b. Alumina : berfungsi sebagai unsur pengeras
Alumina yang digunakan untuk menambah kekentalan lapisa n glasir,
me mbantu membentuk lapisan glasir yang lebih kuat dan keras serta
me mberikan kestabilan pada benda keramik. Yang membedaka n glasir
dengan kaca/gelas ada lah kandungan alumina yang tinggi.
c. Flux : berfungsi seba gai unsur pelebur (peleleh)
Digunaka n untuk menurunkan suhu lebur ba han-bahan glasir. Flux dalam
bentuk oksida atau karbonat yang sering dipakai adalah; timbal/lead,
boraks, sodium/natrium, potassium/kaliu
lithium, k alsium, magnesium,
barium, strontium, be rsama-sama dengan oksi
logam seperti: besi/iron,
tembaga, cobalt, mangaan, chrom, nick
tin,seng/zinc, dan titanium akan
me mberikan warna pada glasir, juga deng
bahan yang mengandung
lebih sedikit oksida seperti: antimo
vanadium, selenium, emas,
|