|
34
A. Bahan Glazir
Beberapa baha n yang sering digunakan untuk membuat glasir transparan
penutup, matt, dan kristal, diantaranya adalah :
a. Silika (SiO2), berfungsi seba gai unsur penggelas, sumber utama adalah
flint. Sedangkan kwarsa/quartz a dalah
jenis silika dalam keada an murni
dan berujud kristal.
b. Boric oxide (B2O3), bahan yang bertindak sebagai pendorong pembentuk
gelas, dapat dimasukkan dalam bentuk borax (Na2O 2B2O3 10H2O)
tetapi larut dalam air, barium oxide inii penting sebagai bahan pelebur.
c. Fe ldspar, ada dua jenis Feldspar yang umum diguna kan, yaitu Potash
feldspar dan Soda feldspar. Kedua bahan tersebut banyak dipakai sebagai
pelebur untuk keramik putih, juga seba gai bahan pengeras dan penambah
kilap glasir.
d. Kapur /Calcium oxide (CaO), Baha n pe lebur untuk gla sir bakaran
me nengah dan tinggi, juga memberikanpelengketan glasir pada badan
keramik.
e. Alumina (Al2O3), berfungsi meningkatkan daya tahan, kekerasan, dan
kilap serta mengurangi pemuaian glasir. Dalam pembuatan gla sir alumina
sering disebut refractory element, karena mempunyai titik lebur yang
tinggi (20500C).
f. Barium
oxide (BaO), dipakai sebagai bahan pe lebur yang sekaligus
bahan pembantu pembentuk glasir matt, dalam jumlah sedikit baha n ini
akan menambah kilap glasir.
g. Timbal oksida/Plumbum oxide/Lead oxide (PbO), bahan pelebur yang
umum digunakan dalam glasir dan menyebabkan glasir sanga t mengkila p.
h. Zinc oxide (ZnO), dipakai sebagai bahan pelebur, untuk mencegah retak-
retak dan apabila dipaka i bersama alumina a kan menambah putihnya
glasir opaque (penutup).
i. Dolomite (CaMg(CO3) 2), Me rupakan magnesium dengan karbonat
ganda, bahan ini seca ra efektif digunakan dalam glasir stoneware dan
akan memberikan tekstur serta warna yang mena rik pada pembakaran
reduksi.
j. Magnesium carbonate/Magnesit (MgCO3), bertindak sebagai penutup
sampa i suhu 11700C setelah itu bahan ini akan menjadi flux yang a ktif.
|