Home Start Back Next End
  
29
butuhkan agar dapat beraktifitas dengan baik adalah suhu nyaman optimal (22,8°C -
25,8°C dengan kelembaban 70%). Angka ini berada di bawah kondisi suhu udara di
Indonesia
yang dapat mencapai angka 35°C dengan kelembaban 80%.Bagaimana
usaha mengendalikan faktor-faktor iklim di atas untuk memperoleh kenyamanan
termal di dalam bangunan? Cara yang paling mudah adalah dengan pendekatan
mekanis yaitu menggunakan AC tetapi membutuhkan biaya operasional yang tidak
sedikit. Pendekatan kedua adalah mengkondisikan lingkungan di dalam bangunan
secara alami dengan pendekatan arsitektural.
Pengkondisian lingkungan di dalam bangunan secara arsitektural dapat
dilakukan dengan mempertimbangkan perletakan bangunan (orientasi bangunan
terhadap matahari dan angin), pemanfaatan elemen-elemen arsitektur dan lansekap
serta pemakaian material/bahan bangunan yang sesuai dengan karakter iklim tropis
panas lembab. Melalui ke empat hal di atas, temperatur di dalam ruangan dapat
diturunkan beberapa derajat tanpa bantuan peralatan mekanis.
Menurut penelitian Basaria Talarosha (2005), ada beberapa strategi untuk
pencapaian kenyamanan termal, diantaranya :
1Orientasi Bangunan
a.  Orientasi Terhadap Matahari
Orientasi bangunan terhadap matahari akan menentukan besarnya radiasi
matahari yang diterima bangunan. Semakin luas bidang yang menerima radiasi
matahari secara langsung, semakin besar juga panas yang diterima bangunan.
Dengan demikian, bagian bidang bangunan yang terluas (mis: bangunan yang
bentuknya memanjang) sebaiknya mempunyai orientasi ke arah Utara-Selatan
sehingga sisi bangunan yang pendek, (menghadap Timur –
Barat) yang menerima
radiasi matahari langsung.
Gambar 2.3  Orientasi Bangunan menghadap Utara-Selatan
Sumber : Basaria Talarosha, 2005
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter