![]() 54
Pengaplikasian
konsep
kenyamanan
termal untuk
memberikan
ruang yang
nyaman termal
bagi pengguna.
Analisis aspek
manusia,
lingkungan dan
bangunan
Mengatur luas bukaan
dan penahan panas
matahari
Latar belakang
Kurangnya kenyamanan termal (temperatur
berkisar antara 30-33°C, hampir tidak ada
perbedaan temperatur harian dan tahunan.
Kelembaban sepanjang tahun yang cukup
tinggi, antara 80% - 90% ) pada rumah susun
yang mengakibatkan pengondisian udara secara
mekanis yakni penggunaan Ac ( Air
Conditioner ) sehingga berdampak pada biaya
listrik yang makin besar.
Maksud dan Tujuan
Menyediakan rumah susun dengan
memperhatikan luas bukaan dan penahan
panas matahari demi mewujudkan
kenyamanan termal pada bangunan
TOPIK
SUSTAIBNABLE ENERGY USE
TEMA
KENYAMANAN TERMAL
JUDUL
Kenyamanan Termal Pada Rumah
Susun Di Jakarta Barat
ANALISIS
Studi literature
dengan mencari
kebutuhan ruang
yang umumnya
merupakan
digunakan rumah
susun.
Studi literatur
dengan mencari
data standar
kenyamanan
termal
( suhu 24-28
o
C,
kelembaban 60-
70% dan kec.
Angin 0,2-
01,5m/s ).
SIMULASI DENGAN PROGRAM
DESIGNBUILDER & ECOTECT
Simulasi bukaan
dengan luas
bukaan 15%,
20% dan 25%
Simulasi model
bangunan dengan
penambahan
overhang
KONSEP
SKEMATIK DESAIN
PERANCANGAN
RUMAH
SUSUN
KENYAMANAN
TERMAL
|