Home Start Back Next End
  
42
2.26
   Studi Banding 
Studi banding menurut penelitian Daryanto, Firza Utama S. , diantaranya :
Tabel  2.8  Hasil Pengukuran Intensitas Cahaya Alami, Aliran Udara dan Kelembaban
Rusun
Cahaya
Suhu
kelembaban
Rusun Petamburan
Cukup baik,
pengaruh
penyekat ruang
ruang yang
menghambat
masuknya
cahaya ( 100 lux)
Relatif tinggi ,
karena
pengaruh desain
bukaan
jendela tolak, blok
bangunan dan
memanjang
(29-34)
oC
Relatif tinggi,
bukaan
jendela tidak bisa
optimal
(> 60%)
Rusun Kemayoran
Luas jendela dan
perletakkannya,
tanpa
adanya penyekat,
cahaya
alami lebih lelasa
menerangi ruang.
( 200
lux)
Penataan ruang dan
kondisi lingkungan
dan
luas serta letak
jendela,
berakibat suhu cukup
sejuk (27-30)
oC
Aliran angin dan
penghilauan,
berdampak
terhadap kelembaban
antara (40-60) %
Rusun Bendungan
Hilir
Posisi jendela
ditengah
dari dua sisi, cahaya
alami
masuk cukup baik,
namun
untuk daerah servis
kurang
terang.(180 lux)
Kondisi udara
didalam
ruangan berkisar
30
o
C,
yang diakibatkan
oleh
terhambatnya aliran
udara
diantara dua sisi
jendela
tolak.
Kelembaban udara
berkisar > 60%,
akibat
desain bukaan
jendela
tolak yang tidak bisa
terbuka secara
maksimal
Sumber : Daryanto, Firza Utama S., 2012
Kesimpulan dari studi banding adalah posisi dan luas jendela yang
berhadapan dapat memberikan rasa sejuk di dalam ruangan serta tanpa ada penyekat
di dalam ruangan tersebut. Menurut penelitian Novan H. Toisi
dan Kussoy Wailan
John
(2012) menyatakan ruang yang tidak
memenuhi syarat-syarat minimum luas
bukaan dalam SNI Departemen Pekerjaan Umum bahwa, sebuah ruang pada rumah
tinggal harus
memiliki ventilasi tidak kurang dari 5% dari luas lantai ruangan dan
jendela 20% dari luas lantai
ruangan,
kecepatan angin yang didapatkan berada
dibawah standar minimum kecepatan angin kenyamanan termal.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter