Home Start Back Next End
  
pemasokan. Keduanya mengukur hal yang sama penting serta secara matematis meng-
invers
satu
sama
lain.
Pendapatan dari persediaan barang dikalkulasikan sebagai
berikut:
“Biaya
barang
terjual
adalah biaya
tahunan
sebuah
perusahaan
dalam
memproduksi
barang
atau
jasa
bagi
konsumen;
biasanya
disebut
sebagai biaya
pendapatan. Di dalamnya tidak termasuk biaya penjualan dan administratif perusahaan“.
Sedangkan
Nilai
persediaan
barang
kumulatif
rata-rata adalah “total nilai seluruh
barang yang
terdapat dalam  persediaan barang
untuk dihitung dalam biaya. Di dalamnya
termasuk
pula
bahan
baku,
proses
kerja,
barang jadi, dan pengiriman persediaan barang
yang dimiliki oleh perusahaan”. (Michel Levy dan A. Weitz, 2001).
Nilai pemasukan dari persediaan barang yang baik bervariasi berdasarkan industri
dan tipe produk
yang ditangani. Pada banyak situasi, khususnya ketika persediaan barang
berada
pada
distribusi,
jumlah
minggu
pasokan dipilih sebagai ukuran. Ini merupakan
sebuah ukuran mengenai berapa jumlah minggu yang berguna bagi persediaan barang
pada sistem pada titik waktu tertentu. (Michel Levy dan A. Weitz, 2001).
Kriteria
spesifik
yang
diajukan
oleh Fisher untuk mengidentifikasi produk-produk
fungsional  antara  lain  adalah  :  produk  bersiklus  kehidupan  lebih  dari  dua  tahun,
kontribusi marginnya 5 sampai 20 persen, hanya 10 sampai 20 variasi produk, rata-rata
kesalahan pada waktu produksi hanya 10 persen, dan waktu awalan untuk pembuatan
produk
sesuai 
permintaan dari enam bulan sampai satu tahun. (D. Chish,
Yacobs, and J.
Aquilano, 2004).
Hau
Lee
yang
dikutip
oleh
D.
Chish,
Yacobs,
and
J.
Aquilano
dalam bukunya
Operation Management For Competitive Advantage, 2004; memperluas ide Fisher
dengan 
berfokus 
pada 
sisi 
“pasokan” 
dari 
rantai 
pasokan. 
Sementara 
Fisher 
telah
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter