|
menangkap karekter penting permintaan, Lee menunjuk bahwa terdapat ketidakpastian-
ketidakpastian
berputar
di
sekitar
sisi pasokan yang merupakan pengemudi yang sama
pentingnya dalam menemukan strategi rantai pasokan yang sesuai.
D. Chish, Yacobs, and J. Aquilano mengatakan bahwa Lee menggambarkan
proses pasokan
yang stabil
sebagai satu
tempat dimana proses manufaktur dan teknologi
pendukungnya
dimatangkan
dan
dasar
pasokannya
tertanam kuat.
Sebaliknya,
sebuah
proses
pasokan
yang
terus
berlangsung
adalah tempat di mana proses manufaktur dan
teknologi
pendukungnya
masih
berada
pada
perkembangan awal yang berubah dengan
cepat. Sebagai
hasilnya, dasar pasokannya mungkin
masih
terbatas dalam
jumlah maupun
pengalamannya. Pada proses pasokan yang stabil, tingkat kerumitan manufaktur
cenderung rendah atau dapat ditangani. Proses-proses manufaktur yang stabil juga
cenderung sangat otomatis, dan jaminan jangka panjang pasokannya tersedia. Pada proses
pasokan
yang
masih
terus
berlansung,
proses manufakturnya memerlukan banyak
ketepatan dan seringkali mengalami kerusakan,
selain itu juga terdapat ketidakpastian
akan penyerahan barang. Dasar pasokannya bisa jadi tidak dapat diandalkan karena para
pemasoknya sendiri melalui proses inovasi terus menerus dan meringkas beberapa
perbedaan antara proses pasokan stabil
dan
yang
terus-menerus.
(D. Chish, Yacobs,
and
J. Aquilano, 2004).
Lee juga berargumentasi bahwa beberapa produk makanan memiliki permintaan
yang stabil, namun pasokan (baik secara kualitas maupun kuantitas) produk bergantung
pada
kondisi
cuaca
tahunan
sedangkan
beberapa produk inovatif yang memiliki proses
pasokan yang stabil. (D. Chish, Yacobs, and J. Aquilano, 2004).
|