|
34
3.
Nilai
:
merek
juga
menyatakan
suatu
nilai
produsen.
Merek
yang
memiliki
nilai tinggi akan dihargai oleh konsumen sebagai
merek yang berkelas,
sehingga dapat mencerminkan siapa pengguna merek tersebut.
4.
Budaya : merek juga mewakili budaya tertentu.
5.
Kepribadian
:
merek
juga
mencerminkan kepribadian
tertentu,
yaitu
kepribadian penggunanya. Jadi diharapkan dengan
menggunakan
merek,
kepribadian
si
pengguna akan
tercermin
bersamaan
dengan
merek
yang
digunakan.
6.
Pemakai
:
merek
menunjukkan jenis konsumen
yang
membeli atau
menggunakan
produk
tersebut.
Itulah sebabnya
pada
pemasar
selalu
menggunakan analogi orang-orang terkenal untuk penggunaan mereknya.
II. 12. Pengembangan Merek
Menurut
Goodyear
(1996:25),
untuk
memahami
proses
perkembangan
suatu
merek diperlukan enam tahap perkembangan :
1. Tahap 1: Produk yang tidak memiliki merek (Unbranded Goods)
Pada
tahap
pertama ini,
produk
dikelola
sebagai
komoditi
sehingga
merek
hampir
tidak diperlukan. Kondisi ini
sangat
mendukung
apabila permintaan (demand) lebih
banyak
dibandingkan
pasikan
(supply)
biasanya
hal
ini
terjadi
dalam situasi
perekonomian yang bersifat
monopolistic. Tujuan yang terpenting dari produk yang
tidak memiliki merek adalah fungsi dan harganya yang murah.
2. Tahap 2 : Merek yang dipakai sebagai referensi (Brand as Reference)
|