|
35
Pada tahap ini sudah
terjadi persaingan sedikit-sedikit,
meskipun tingkatannya belum
begitu ketat. Persaingan ini
merangsang
produsen
untuk
membuat diferensiasi
terhadap
produk
yang
dihasilkannya.
Tujuannya
adalah
agar
produk yang
dihasilkan
memiliki perbedaan dari produk perusahaan lain. Strategi diferensiasi yang
diterapkan
pada tahap
ini adalah
dengan
melakukan
perubahan
terhadap
atribut
fisik
produk.
3. Tahap 3 : Merek sebagai personality
Pada
tahap
ini, diferensiasi
antar
merek
berdasarkan
atribut
menjadi
semakin
sulit
dilakukan. Karena hampir sebagian besar perusahaan
melakukan kegiatan
yang sama.
Untuk
membedakan
produk yang
dihasilkan
dari
produk
pesaing
perusahaan,
Melakukan penambahan pada nilai-nilai personality di masing-masing merek.
4. Tahap 4 : Merek sebagai simbol
Pada
tahap
ini,
merek
menjadi
milik
pelanggan.
Pelanggan
memiliki
pengetahuan
yang
lebih
mendalam
mengenai
merek
yang
ia
gunakan. Pada
umumnya merek
yang
masuk pada tahap ini sudah bersifat internasional dan pelanggan yang
menggunakan
merek ini dapat mengekspresikan dirinya atau dapat menunjukkan jati dirinya.
5. Tahap 5 : Merek sebagai sebuah perusahaan
Merek pada tahap ini memiliki identitas yang sangat kompleks dan lebih bersifat
interaktif, sehingga pelanggan dapat dengan mudah
menghubungi
merek. Karena
merek
tersebut
merupakan
wakil perusahaan sehingga
merek sama dengan
|