Home Start Back Next End
  
12
information   about   enterprise   earnings   based   on   accrual   accounting
generally
provides
a
better
indication of
enterprises’
present
and
continuing
ability to generate cash flows that information limited to the financial aspects
of cash receipts and payments.”
Apabila diterjemahkan adalah sebagai berikut:
“Informasi mengenai laba perusahaan yang didasarkan pada azas akrual secara
umum lebih
memberikan
indikasi
yang
lebih
baik
mengenai
kemampuan
perusahaan saat ini dan kelangsungannya untuk menghasilkan arus kas dimana
biasanya informasi terbatas pada penerimaan kas dan pengeluaran kas.”
Menurut 
Sulistyanto 
(2008, 
p22) 
prinsip 
akuntansi 
telah 
dibuat 
dengan
sebaik-baiknya, namun prinsip ini memiliki keterbatasan yang dikarenakan
fleksibitas yang diperbolehkannya. Laporan keuangan dengan basis akrual
meliputi  banyak  estimasi  dan  pertimbangan.  Menurut  Teoh,  Wong,  dan  Rao
dalam Workingpaper
(1997,
p33),
ada
dua
konsekuensi
bagi
akuntansi
akrual
dengan
diperbolehkannya
pertimbangan
manajemen
dalam pelaporan
laba,
yaitu
manajer bisa menggunakan pertimbangan
tersebut
untuk
meningkatkan
informativeness
laporan keuangan atau
menggunakannya
secara opportunistic
untuk keuntungan pribadinya atau perusahaan.
Suharli dalam jurnal Balance
(2005, pp44-45) membagi tipe akrual menjadi
dua, yaitu:
1.
Discretionary
accrual
yaitu
pengakuan
akrual
laba
atau
beban
yang
bebas,
tidak diatur dan merupakan pilihan kebijakan manajemen
2.  Nondiscretionary accrual
yaitu  pengakuan  akrual 
laba 
yang 
wajar, 
yang
didasarkan pada prinsip akuntansi yang berlaku umum
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter