|
54
tanggal 1 Juni
tahun 951.
Tenjin pada dasarnya
memiliki arti Dewa surgawi (heavenly
god)
tetapi
kemudian
kata
ini
secara
khusus mengarah
pada
roh
seorang
sarjana
dan
Udaijin istana yang bernama Sugawara Michizane. Terdapat pengaruh Shinto dalam
tujuan
dilaksanakannya
Tenjin
Matsuri,
yaitu
dalam ajaran
Shinto
dipercaya
bahwa
matsuri
dapat digunakan
untuk
mengusir roh jahat dan diperuntukkan
untuk
menentramkan
dewa
serta
ajaran Shinto
mempercayai
adanya
suatu hal
yang
misterius
dan
gaib
yang
mempunyai
kekuatan
yang
melampaui kekuatan manusia di dunia yang
disebut dengan kami
Tenjin
Matsuri diselenggarakan setiap tahun di kota Osaka oleh kuil Osaka
Temmangu
pada
tanggal
24
Juli
(yoimiya)
25
Juli
(honmiya).
Honmiya
terbagi
ke
dalam dua
bagian,
yaitu
berupa
(riku-togyo)
dan
(funa-togyo).
Berikut
rincian
singkat
mengenai
rangkaian
ritual
perayaan Tenjin
Matsuri
yang
memiliki
pengaruh
Shinto
di
dalamnya, yaitu:
1. Yoimiya (Pembukaan Festival) terdiri dari yoimiyasai dan hokonagashi-shinji.
Yoimiyasai adalah
ritual
pembukaan
pintu
kuil
Temmangu
yang
diikuti
oleh
penyucian,
persembahan
makanan
dan
pembacaan norito dan tarian miko serta
iringan musik gagaku. Konsep Shinto yang terdapat di dalamnya adanya upacara
pembukaan pintu kuil menggambarkan kegiatan zaman dahulu yaitu
mengundang
kami
untuk
turun
ke
bawah.
Urutan ritual yang dilakukan
pada
yoimiyasai
memiliki persamaan dengan ritual Shinto dan hubungan Shinto dalam
tarian miko dan alat
musik gagaku yaitu bahwa dalam kepercayaan Shinto
musik
dan
tarian
bertujuan
untuk
memberikan
kesenangan
kepada
kami
serta
berasal
|