|
58
dimiliki,
yaitu
mikoshi
merupakan
salah
satu
bagian
yang
penting
dalam
suatu kegiatan matsuri. Mikoshi berfungsi sebagai kuil kecil bagi dewa
c. Funa-togyo (Prosesi Perahu)
Omukae-ningyo-bune adalah boneka berpakaian tradisional dengan tinggi
2 meter yang dipasang di atas lunas perahu yang mengikuti prosesi perahu
dalam Tenjin
Matsuri.
Dalam boneka
omukae-ningyo
terdapat
pengaruh
Shinto
karena
tujuan
dipajangnya
boneka
omukae-ningyo adalah
digunakan
untuk menjemput roh kami.
Bunraku-sen, Nohgaku-bune, Rakugo-sen
dan Kagura honousen
merupakan kelompok drama dan tarian dalam funa-togyo. Terdapat pengaruh
Shinto, yaitu sebagai hiburan bagi kami.
d. Kangyo-sai
adalah ritual menggembalikan dewa dari tempat sementara ke tempat
semula
yaitu
jinja.
Dalam ritual
ini
dewa
yang
dipindahkan
dari otabisho
dengan menggunakan gohoren dikembalikan kembali ke kuil Temmangu.
Dalam ritual kangyo-sai
terdapat konsep Shinto di dalamnya karena di dalam
ajaran
Shinto,
pada
ritual
terakhir
matsuri
terdapat
kami
okuri
yaitu
berkenaan dengan pengiriman kembali kami
ke
tempat
di
mana
mereka
berasal.
|