|
143
5.1.1.3.1
Problem Domain
Jika ada jabatan kosong di suatu departemen,
maka
manajer
departemen
yang
bersangkutan
membuat request karyawan dan diserahkan kepada departemen
HR.
Dalam
merekrut karyawan
untuk
menempati posisi/jabatan kosong tersebut, perusahaan
melakukan perekrutan dari sumber internal maupun eksternal. Terlebih dahulu
departemen
HR
mencari calon
yang
tepat
untuk menempati posisi tersebut dari
sumber
internal.
Departemen
HR
akan
mengecek
ada atau tidaknya pengajuan promosi atau
mutasi karyawan. Maka selanjutnya,
manajer HR melakukan wawancara dengan
karyawan tersebut, untuk memutuskan layak atau tidaknya karyawan tersebut untuk
dipromosikan atau dimutasikan. Karyawan yang layak untuk dipromosikan atau
dimutasikan akan dibuat surat promosi atau surat mutasi oleh manajer HR.
Apabila dari sumber internal tidak ada yang memenuhi request
tersebut, maka
perusahaan
membuka
lowongan
di
media
cetak
berdasarkan
kriteria request. Pelamar
mengirimkan
surat
lamaran
ke
departemen HR.
Surat-surat
lamaran
yang
masuk
akan
diseleksi oleh manajer HR. Selanjutnya, manajer
HR
membuat
laporan pelamar yang
lulus seleksi surat
lamaran dan
laporan
tersebut diserahkan kepada manajer departemen
bersangkutan.
Baru
kemudian,
manajer
HR menentukan
jadwal
tes
kemampuan
dan
wawancara.
Selanjutnya,
manajer
HR melakukan
konfirmasi
mengenai
jadwal
wawancara kepada manajer departemen bersangkutan. Setelah adanya persetujuan
wawancara
dari
manajer
departemen
bersangkutan,
manajer
HR
menelepon
pelamar
yang lulus seleksi untuk mengikuti tes kemampuan dan wawancara dan memberitahukan
jadwal
test
kemampuan
kepada
staff
HR.
Sebelum mengikuti
tes
kemampuan
dan
wawancara, pelamar yang dipanggil diharuskan mengisi Formulir Lamaran Pekerjaan
(FLP)
yang
diberikan
oleh
staff
HR
dan
formulir
lamaran
pekerjaan
yang
telah
diisi
|