|
5
Kunang-kunang ini sendiri biasanya dapat dilihat disepanjang sungai, karena tempat
lembab merupakan habitat mereka. Biasanya orang Jepang akan mengadakan festival atau
bunkasai
pada
masa
musim
panas, dan kebanyakan diadakan pada
musim panas. Festival
ini biasanya akan diadakan di sekitar kuil-kuil atau tanah lapang yang tersedia. Pada akhir
festival,
penyelenggara
akan
mengadakan pertunjukan
kembang
api,
dan
setelah
pertunjukan kembang api tersebut biasanya
akan mulai terlihat kunang-kunang di sekitar
mereka. Hal ini menandakan bahwa musim panas di Jepang akan segera berakhir. Kunang-
kunang
bagi
orang
Jepang
identik
dengan
arti
dari
bunga
sakura,
dilihat dari
terbatasnya
masa
hidup
dari
kunang-kunang
itu sendiri. Singkatnya hidup dari kunang-kunang inilah
menyimbolkan mujo atau ketidakabadian. Mujo
merupakan salah satu ajaran dalam
agama
Budha yang menjadi salah satu pemikiran budaya Jepang.
Upaya
mengetahui
makna
dibalik
lirik-lirik yang akan diteliti, penulis akan
menggunakan teori semantik dan teori lainnya yang berhubungan dengan penganalisaan
lirik-lirik
lagu
dalam pelaksanaannya.
Semantik
merupakan
salah
satu cabang
linguistik
yang
mempelajari tentang
makna.
Kata
semantik
yang
berasal
dari
bahasa
Yunani
sema
(kata
benda)
yang
berarti
tanda
atau
lambang.
Kata
kerjanya
adalah
semiano
yang
berarti menandai atau melambangkan. Jadi,
Ilmu Semantik
adalah
ilmu yang
mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik
dengan
hal-hal yang ditandainya
berkaitan dengan makna atau arti.
Penulis
akan
meneliti
hal-hal
apakah
yang
ada
dibalik
penggunaan lrik-lirik
yang
penulis
gunakan dalam penelitian kali
ini. Penulis akan
meneliti tentang apa
makna dibalik
kata
hotaru yang
digunakan
dalam
lagu-lagu
tersebut.
Adapun
contoh
yang
digunakan
sebagai
gambaran
tentang
penelitian
penulis
kali
ini.
Contoh
ini
penulis
ambil
dari
buku
|