|
2
Market. Sekelompok pengembang ingin membangun sebuah tempat perdagangan
dengan sebuah hotel, convention hall dan tempat parkir. Tetapi rencana itu
berhasil digagalkan karena dalam suatu referendum, penduduk Seattle memilih
untuk mempertahankan Pike Place Market sehingga Starbucks Coffee tetap
bertahan disana.
Starbucks membuka banyak tokonya dengan sedikit keramaian pada bulan
April 1972. Toko itu dirancang bernuansa laut klasik, semua peralatan dibuat
dengan tangan. Satu dinding yang panjang ditutup dengan rak kayu, sedangkan
yang lainnya
disediakan untuk biji-biji kopi, yang seluruhnya hanya ada 30 jenis
biji kopi yang ada di dunia. Starbucks tidak hanya membuat kopi dan menjualnya
dengan cangkir, namun juga menawarkan contoh untuk dicoba yang selalu
disajikan dengan cangkir-cangkir porselen, karena kopi memang akan terasa lebih
nikmat dengan cara itu. Cangkir- cangkir itu pula yang memaksa para pelanggan
untuk tinggal lebih lama dan menikmati kopi.
Prediksi keuntungan toko pertama diluar dugaan, rupanya Starbucks
mendapat respon yang baik
dari masyarakat, dari mulut ke mulut perusahaan itu
telah berkembang dengan sendirinya. Selain itu pada akhir minggu harian berita
Seattle Times memuat tentang Starbucks dan berdampak pelanggan akan datang di
hari sabtu berikutnya.
Satu dekade berikutnya,
Howard Schultz, seorang marketer muda dari
Perstop (produsen peralatan dapur) tertarik untuk ikut bergabung dengan
Starbucks. Dalam perjalanannya ke Milan yang dilakukan Howard Schultz pada
|