|
siomay di puluhan gerai KFC di Jakarta yang ketika itu memiliki menu khusus
siomay. Namun, persoalan rumah tangga yang tak kunjung selesai pelan-pelan
membuat manajemen bisnisnya kolaps. Akhirnya, Sriyono terpaksa menjual hak
paten Siomay Senayan dan usahanya pun gulung tikar. Awal 2004, setelah 4 tahun 7
bulan berumah tangga dan dikarunia dua anak, yakni Peksi Safira Miradalita (kini 11
tahun) dan Pramesti Dewi Angelita (kini 10 tahun), sang istri menggugat cerai
Sriyono.
Kurang lebih 6 tahun sudah, Sriyono tidak menjumpai putri-putrinya itu. Di
ambang keputusasaan, sebulan menjelang bulan puasa 2010, dia memutar otak dan
mendapat ide brilian untuk bangkit dari keterpurukan, dan cara bagaimana ia dapat
bertemu dengan kedua putrinya lagi. Yakni, kembali memulai usaha siomay keliling,
tapi dengan tampilan yang eksentrik. Sriyono pun memutuskan mengenakan warna
pink sebagai seragam berjualan. Pernak-pernik pink pun dikenakan untuk berdagang
keliling. Tapi, usaha tampil nyeleneh itu tidak semudah yang dia bayangkan. Setiap
hari, bahkan sampai sekarang, Sriyono harus rela menjadi bahan ejekan orang-orang
yang lewat. Tak jarang perkataan mereka sangat pedas dan menusuk hati. Tak sedikit
yang mengira Sriyono adalah seorang waria yang nyambi berjualan siomay saat
siang dan berpraktik saat malam. Tapi itu tidak menjadikan semangat Sriyono
runtuh.
Upaya tampil eksentrik itu membuahkan hasil ketika dirinya muncul sebagai
topik di Twitter dan BlackBerry Messenger. Popularitasnya menanjak ketika kisah
usahanya dipublikasikan di situs kaskus.us dan menjadi satu hot thread. Pertengahan
Desember 2010, sebuah koran berbahasa Inggris di Jakarta memuat foto Sriyono
dengan full aksesori pink.
Tampil di televisi mendatangkan keuntungan bagi usaha Sriyono. Dalam dua
pekan terakhir, omzet berjualan keliling yang biasanya hanya Rp 200 ribu per hari
naik lima kali lipat menjadi Rp 1 juta per hari. Banyak pesanan dalam jumlah besar
sehingga pendapatan berjualan berkeliling terdongkrak. Sejak pekan lalu, seorang
pengusaha getol menawari Sriyono untuk membuka franchise siomay Yo Pink di
beberapa lokasi di Jakarta. Banyak hal yang dapat dipelajari oleh cerita perjalanan
Sriyono dan Siomay Pink ini.
1.2 Lingkup Tugas Akhir
Dalam kaitan dengan bidang studi Tugas Akhir yang akan dibuat, maka
lingkup proyek Tugas Akhir dibatasi pada hal-hal yang dapat ditangani atau
diselesaikan melalui pendekatan Desain Komunikasi Visual, dalam hal ini dengan
merancang sebuah buku publikasi yaitu cerita mengenai perjalanan Siomay Pink,
sehingga buku tentang Siomay Pink ini bisa menginspirasi, memberikan ide dan
semangat untuk masyarakat luas sebagai salah satu entrepreuner
yang sukses
bergerak dalam bidang food and beverages.
|