Start Back Next End
  
2
kerja karyawan (absensi) dan penilaian kinerja karyawan yang dilakukan oleh
HRD PT. Kantaraya Utama setiap 6 bulan sekali. Gagasan budaya organisasi
telah menjadi penting dalam studi tentang perilaku organisasional karena
sebaiknya seorang karyawan
menyesuaikan dengan konteks perusahaan
tersebut. Menurut Umar (2010), budaya organisasi adalah suatu sistem nilai
dan keyakinan bersama yang diambil dari pola kebiasaan dan falsafah dasar
pendirinya yang kemudian berinteraksi menjadi norma-norma, dimana norma
tersebut dipakai sebagai pedoman cara berpikir dan bertindak dalam upaya
mencapai tujuan bersama. Namun, pada kenyataannya didalam perusahaan
masih banyak karyawan yang tidak disiplin dalam penerapan kebijakan
perusahaan tersebut, hal tersebut akan berpengaruh pada sistem kerja
karyawan yang tidak efisien dan efektif sehingga dapat menghambat kinerja
karyawan dan menimbulkan ketidaknyamanan karyawan didalam perusahaan.
Karyawan dapat bertahan dalam sebuah perusahaan jika mereka merasa
nyaman dan senang
bekerja di perusahaan. Rasa nyaman dan senang
ditimbulkan oleh berbagai faktor dalam perusahaan antara lain pekerjaan itu
sendiri, gaji, lingkungan kerja baik fisik maupun non-fisik dan hal-hal lainnya
yang dapat berpengaruh pada psikologis diri karyawan itu sendiri
(Lintangsari, Yusuf, Priyatama, 2013). Selain budaya kedisplinan karyawan
yang kurang tercipta dengan baik, gaya kepemimpinan didalam perusahaan
juga kurang diterapkan dengan baik sehingga karyawan tidak nyaman berada
di bawah kepemimpinan pada
perusahaan tersebut. Pengertian menurut
Greenberg (2008)
seorang pemimpin adalah individu yang ada didalam
sebuah organisasi yang memegang peranan terbesar untuk mempengaruhi
orang lain. Beda halnya dengan gaya kepemimpinan menurut Susilo Martoyo
adalah
norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang
tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain. Pemimpin pada PT.
Kantaraya Utama tidak menggunakan pendekatan dengan turun langsung
untuk memantau kinerja karyawannya, sehingga ada batasan antara pemimpin
dengan para bawahannya. Pengambilan keputusan didalam perusahaan juga
tidak melibatkan karyawan, sehingga karyawan merasa tidak dihargai dan
dilibatkan di
dalam perusahaan. Gaya kepemimpinan merupakan salah satu
faktor penentu keberhasilan organisasi. Karyawan akan bekerja dengan baik
dibawah pimpinan yang baik pula dan seorang pemimpin harus mempunyai
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter