Home Start Back Next End
  
5
Rasio keuangan dapat dibagi menjadi empat kategori dasar, yaitu rasio likuiditas
yang  mengukur  kemampuan  perusahaan  dalam  memenuhi  kewajiban  jangka  pendek,
rasio
aktivitas
yang
mengukur
kecepatan
suatu perusahaan untuk menghasilkan uang
tunai,
rasio
hutang
yang
mengukur
jumlah
hutang yang digunakan perusahaan untuk
menghasilkan keuntungan dan rasio profitabilitas yang mengukur keuntungan yang
didapatkan oleh perusahaan.
Return on Equity (ROE) yang
merupakan
salah satu rasio
yang digunakan dalam
mengukur profitabilitas
memberikan peranan yang penting. Nilai ROE yang tinggi, dapat
disebabkan
oleh
tingginya
nilai
laba
bersih dibandingkan dengan penjualan, yang
tercermin
dalam rasio net profit margin, efisiensi penggunaan aset
yang dimiliki (seperti
tercermin 
dalam 
total 
asets 
turnover),
atau 
peningkatan 
leverage 
(diukur 
dengan
financial leverage multiplier).
ROA
(return
on
asets) yang
mengukur
tingkat
efektivitas
perusahaan
dalam
menghasilkan keuntungan dengan aset yang dimiliki perusahaan, biasa juga dikenal
dengan
return on investment (ROI). Di mana peningkatan ROA dapat dilakukan dengan
melakukan
peningkatan
pada
net
profit
margin dan
total asets turnover, sehingga
peningkatan ROA diharapkan dapat meningkatkan nilai ROE suatu perusahaan.
Buat
pemegang
saham, informasi
mengenai
performa
manajemen
dalam
meningkatkan
kemakmurannya,
jelas
sangat
penting.
Dengan
metode economic
value
added
(EVA),
pemegang
saham akan
mengetahuinya.
EVA
yang
positif
menunjukkan
adanya
tambahan
value
added
buat
pemegang
saham (creating
value).
Sementara
EVA
yang
negatif,
menunjukkan
value
added
pemegang
saham yang
selalu
tergerus
(destructing value)  oleh  kebijakan  manajemen  perusahaan  (seperti  disebutkan  dalam
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter