|
6
majalah
Prospektif
edisi
46
tanggal
13-19 Oktober 2003 hal 9). Pendek kata, EVA
mengukur
laba
usaha
(operating
profit)
yang
dihasilkan
relatif terhadap
total
biaya
atas
modal
perusahaan.
Menurut
Steward
:
EVA
= [NOPAT
(CAPITAL x COST OF
CAPITAL)], di mana NOPAT adalah Net
Operating
Profit
After
Taxes (
laba
usaha
setelah
pajak)
dan
Capital
(modal)
adalah
posisi
awal
tahun
dari
total
aktiva
dalam
neraca perusahaan dikurangi utang yang tidak dibebani bunga (non-interest bearing
debt). Sementara itu, Cost of Capital adalah biaya modal tertimbang (Weighted Average
Cost
of
Capital/WACC)
yaitu
sama
dengan
[(biaya
modal
saham x
proporsi
saham
terhadap total modal) + (biaya modal hutang x proporsi utang terhadap total modal)].
Selanjutnya,
jika
tingkat
imbal
hasil
investasi
(ROI)
didefinisikan
sebagai
NOPAT
dibagi
CAPITAL,
formula
di
atas
menjadi
EVA
=
[(ROI
WACC) x
CAPITAL]. Implikasi dari formula tersebut,
jika ROI perusahaan lebih tinggi dari biaya
modal (WACC) artinya
telah terjadi penciptaan nilai dan sebaliknya jika ROI lebih kecil
dari biaya modal, maka telah terjadi penghancuran nilai bagi pemegang saham. Menurut
http://www.eva.com Economic Value Added adalah :
Economic Value Added is the financial performance measure that comes closer than any
other
to
capturing
the
true
economic
profit
of
an
enterprise.
EVA
®
also
is the
performance measure most directly linked to the creation of shareholder wealth over
time.
Berdasarkan konsep EVA, nilai pasar dari perusahaan adalah merupakan nilai bukunya
plus nilai sekarang (present value) dari nilai EVA secara periodik di masa depan. Nilai
sekarang
dari
nilai
EVA
secara
periodik
di
masa
depan
ini
yang
dikenal
dengan Market
Value Added (MVA). Berdasarkan teori, dengan meningkatnya EVA dari tahun ke tahun
berarti
suatu
perusahaan
telah
meningkatkan
MVA
atau
dengan
kata
lain
perusahaan
telah
meningkatkan
nilai
pasar
perusahaan
terhadap
nilai
bukunya.
Hal
ini
|