|
18
harus
berkisar
antara
70-85
oC
agar
glazur
tidak
cepat
membeku pada
saat
melapisi.
Ada
dua
metode
yang
dapat
digunakan
pada
saat
melakukan pengglazuran
yaitu
metode
disk
dan
campana.
Metode
disk dapat
digambarkan
sebagai
sistem
piringan
atau
kabut
yaitu
glazur
dipercikan
pada
body. Sedangkan
metode campana
dapat digambarkan sebagai sistem curah/tuang.
Perbedaan antara
kedua
metode
ini
antara
lain
terletak
pada
hasil
pengglazurannya, untuk
metode
disk biasanya
digunakan
untuk
tipe
keramik
biasa
sebab
hasilnya
akan
lebih
gelap.
Sedangkan
metode
campana
biasanya
digunakan
untuk
tipe
keramik
glozy
sebab
hasil
pengglazurannya
akan
lebih
tebal dan lebih mengkilap.
b. Proses printing
Setelah
tahap
pengglazuran, tahap
selanjutnya
adalah
tahap
printing
yang
digunakan
untuk
memberikan
motif
pada
keramik
untuk
tipe
dekor.
Dalam
proses printing ini digunakan pasta yang sebelumnya telah diproduksi.
5.
Pembakaran (kiln)
Setelah
body
dilapisi
dengan
glazur
maka
kadar
airnya
meningkat
menjadi
2,5-3,0
%,
karena
itu
perlu
diadakan
pembakaran yaitu
dengan
menggunakan
mesin
yang
bernama
kiln. Proses
pembakaran dilakukan selama
kurang
lebih
45
menit dengan peningkatan suhu yang bertahap.
Pada
tahap
pertama
disebut
dengan
preheating dimana
suhu
kiln
mencapai
200-1000
o
C,
tahap kedua disebut
tahap
firing
dengan suhu
kiln
mencapai 1050-
|