|
30
antara lain:
a. Modal yang disetorkan pemilik perusahaan.
b. Saham yang diperoleh dari penerbitan saham di pasar modal.
c.
Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dan dijual di pasar modal.
d. Kredit yang diterima dari bank.
e. Sewa guna (leasing) dari lembaga non-bank.
2)
Aliran Kas ( Cash Flow
)
Perhitungan
terhadap
aliran
kas
sangat
penting
untuk
dilakukan karena
arti
laba
dalam
akuntansi
tidak
sama
dengan
pengertian
kas
masuk
bersih
bagi investor
yang
justru
lebih
penting untuk diketahui. Hal ini menjadi wajar karena hanya dengan aliran kas bersih
perusahaan
dapat membiayai
kewajiban keuangannya. Menurut
Husein
Umar(2003,
p180), kas
mempunyai
tiga
komponen
utama
yaitu
Initial Cash
Flow
yang
berhubungan
dengan
pengeluaran
untuk
investasi,
Operational Cash
Flow
yang
biasanya
mempunyai
selisih
neto
yang positif yang dapat dipakai
untuk mencicil pengembalian investasinya, dan
Terminal Cash
Flow yang
merupakan
aliran
kas
dari
nilai
sisa
aktiva
tetap
yang
dianggap
sudah
tidak
mempunyai nilai ekonomis lagi dan pengembalian modal kerja awal.
3)
Biaya Modal ( Coast of Capital )
Yang
dimaksudkan
dengan
biaya
modal
adalah
penentuan
berapa
besarnya
biaya
real
dari masing-masing sumber pendanaan
yang digunakan perusahaan dalam
menjalankan
proyek investasinya.
Perusahaan
dirasa
perlu
untuk
melakukan perhitungan terhadap
biaya
penggunaan
modal
rata-rata
keseluruhan
sehingga
tingkat
keuntungan
yang
layak
(cut
off
rate) dari
proyek
tersebut
dapat
diidentifikasi.
Menurut
Husein
Umar
(2003,
p181)
untuk
menghitungnya,
karena
garis
besar
sumber-sumber
pembelanjaan
terbagi
atas
utang
dan
modal sendiri, maka biaya modal dari masing-masing sumber dihitung seperti penilaian
investasi dari biaya utang, aliran kas yang dihitung setelah pajak, demikian pula terhadap biaya
modal sendiri.
|