Home Start Back Next End
  
2.6.1
Koefisien Korelasi
Persoalan
akan
timbul
jika
kita
berhadapan dengan
pertanyaan
apakah
ada
hubungan
antara
variabel-variabel dari
sekumpulan
data
yang
sedang
kita
selidiki.
Penyelidikan
untuk
mengetahui
hubungan
antara
dua
variabel
basanya
diawali
dengan
usaha
untuk
menemukan bentuk
terdekat
dari
hubungan
tersebut
dengan
cara
menyajikannya dalam
bentuk
diagram
pencar   
(
Scatter
plot
).
Diagram
ini
menggambarkan titik-titik
pada
bidang
X
dan
Y
dimana
setiap
titik
ditentukan
oleh
pasangan nilai X dan Y.
Koefisien korelasi
sering
dilambangkan
dengan
huruf    (
r
).
Koefisien korelasi
dinyatakan
dengan
bilangan,
bergerak
antara
0
sampai
+1  
atau
0
sampai
-1
.
Apabila
korelasi
mendekati +1
atau -1
berarti
terdapat
hubungan
yang kuat ,
sebaliknya korelasi
yang
mendekati
nilai
0
bernilai
lemah.
Apabila
korelasi
sama
dengan
0
,
antara
kedua
variabel tidak terdapat
hubungan sama sekali. Pada korelasi +1 atau -1 terdapat hubungan
yang sempurna antara kedua variabel.
Notasi positif  
(
+
)    atau
negatif  
(- ) menunjukan arah hubungan antara kedua
variabel. Pada
notasi positif (
+
)
,
hubungan antara kedua
variabel
searah ,
jadi jika satu
variabel
naik
maka variabel
yang lain juga
naik . pada notasi
negatif
(
-
)
,
kedua
variabel
berhubungan
terbalik
,
artinya
jika
satu
variabel
naik
maka
variabel
yang
lain
justru
turun.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter