|
48
gelombang yang pendek. Walau demikian, frekuensi yang tinggi dianggap lebih
terarah
secara alami.
Suara
juga
dapat
mengalami refraksi,
yakni
kejadian
dimana
suara
berbelok
karena
perubahan kecepatan. Sebagai
contoh,
suara
dapat
berefraksi
karena
perubahan
suhu,
berbelok
menjauhi
suhu
yang
lebih
panas
ataupun
mendekati suhu
yang
lebih
dingin.
Secara
spesifik,
kecepatan
suara
di
udara
meningkat sekitar
1,1
kaki
per
sekon
setiap peningkatan suhu
sebesar 1
o
F.
Efek
lain
dari
perubahan suhu
terhadap kecepatan
suara
sangat diketahui oleh setiap pemain
alat
musik tiup. Karena perubahan kecepatan
dalam suara,
instrumen harus dihangatkan sebelum dapat bermain pada nada yang sesuai
(perbedaannya sekitar setengah nada resmi).
Waktu
yang dibutuhkan sebuah suara
untuk berjalan dari
satu
sumber ke
penerima
dapat
dihitung
dengan
membagi
jarak
dengan
kecepatan suara.
Suara
dengan
frekuensi
yang
lebih
tinggi
lebih
banyak
dikurangi
energi
bunyinya.
Kelembaban juga
mempengaruhi pengurangan
energi
oleh
udara.
Secara
spesifik,
udara
yang
basah
menyerap lebih
sedikit
suara
daripada
udara
yang
kering.
Udara
yang
lembab
lebih
dangkal
daripada udara
yang
kering
(jumlah
molekul air
lebih
sedikit
daripada jumlah
molekul hidrogen dan oksigen) sehingga menyebabkan kecepatan suara meningkat.
Amplitudo
mendeskripsikan penggantian
tekanan
suara
di
atas
dan
bawah
ekuilibrium level
atmosfer.
Jangkauan
dari
suara
terlembut
hingga
terkeras,
yang
menentukan jangkauan
dinamis,
cukup
besar.
Pada
faktanya,
telinga
manusia
(sistem
audio)
mempunyai
sebuah
jangkauan
dinamis
dari
faktor
jutaan.
Karena
jangkauan
yang
luas
tersebut,
sebuah
rasio
logaritmik digunakan untuk
mengukur
level
tekanan
suara.
Desibel
(dB)
menggunakan
unit
logaritma
basis
10
untuk
mencapai
jangkauan
|