Home Start Back Next End
  
49
luas tersebut. Secara spesifik, desibel didefinisikan menjadi 10 kali
logaritma dari rasio
kekuatan:
Level intensitas = 10 log (
P1
/
P2
)
dB
(2.32)
di mana P1 dan P2 adalah nilai dari kekuatan akustik maupun elektrik.
Bentuk   paling   sederhana   dari   gerak   periodik   adalah   gelombang   sinus.
Gelombang
ini dapat digambarkan oleh osilator
yang paling sederhana seperti pendulum
dan
garpu
tala.
Gelombang sinus
sangat
unik
karena
gelombang
ini
hanya
ada
sebagai
sebuah
frekuensi
fundamental.
Banyak
alat
musik
yang
merupakan
contoh
dari
kasus
spesial di
mana
getaran
harmonik berhubungan dengan
fundamental melalui
multiplikasi
sederhana.
Sebagai
contoh,
sebuah
bentuk
gelombang
fundamental yang
kompleks
dengan
frekuensi tinggi
150
Hz
akan
mempunyai
nada
sampingan pada
frekuensi 300
Hz, 450 Hz, 600 Hz, 750 Hz, dan seterusnya.
Nada
sampingan
dapat
melewati
batas
atas
kemampuan mendengar
manusia.
Amplitudo
relatif
dan
fase
hubungan
dari
nada-nada
sampingan
ini
merupakan timbre
dari bentuk gelombang tersebut.
2.5.1. Dasar-Dasar Digital
Menurut Pohlmann (2000, p5), “Digital audio is a study of discrete values”, yang
artinya
audio
digital
adalah
pembelajaran dari
nilai-nilai
diskrit.
Secara
spesifik,
amplitudo  dari  suatu  bentuk 
gelombang  direpresentasikan
sebagai  sebuah  seri  dari
angka-angka.
Angka
memungkinkan pengaturan
informasi audio
dengan
sangat
efisien.
Pada intinya, digital audio adalah sebuah teknologi numerik.
Permasalahan  mendasar 
yang 
mengkonfrontasi 
sistem  audio  digital  apapun
adalah  representasi  dari 
informasi 
audio  dalam  bentuk  digital.  Pilihan 
logis 
yang
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter