|
50
digunakan adalah sistem angka binari. Representasi dalam basis 2
ini secara ideal cocok
untuk menyimpan dan memproses informasi numerik.
Pada audio digital, angka-angka secara keseluruhan
merepresentasikan
informasi
audio. Simbol-simbol
numerik
memiliki
sangat banyak
fungsi;
makna dari simbol-
simbol numerik dapat bervariasi sesuai dengan cara penggunaannya.
Operasi-operasi numerik
yang
ditampilkan
dalam
angka-angka
adalah
permasalahan dalam
interpretasi.
Angka,
jika
dengan
tepat
didefinisikan, menyediakan
sebuah metode yang baik untuk menyimpan dan memproses data.
Walaupun
tampaknya
suara
tidak
berhubungan dengan
angka,
sebuah
digital
processor
mengkodekan
informasi
dalam
bentuk
angka
menggunakan
sistem
basis
2.
Tantangan dari
koding
informasi audio dalam bentuk binari adalah permasalahan
utama
dalam desain dan pengoperasian sistem-sistem audio digital.
Walaupun
abstraksi
dari
bentuk
matematis binari
membentuk dasar
dari
sistem-
sistem audio digital,
implementasinya memerlukan tingkat pemrosesan
yang
lebih
tinggi,
Secara
spesifik,
langkah
berikutnya
adalah
mengkodekan informasi
binari.
Sebagai
contoh,
satuan
bit
binari
dan
angka
dapat
disusun
menjadi
kata
dengan
menerapkan
suatu
konotasi
spesifik.
Dengan
cara
ini,
kedua
informasi simbolik
dan
numerik
lebih
mudah diproses dengan sistem-sistem digital.
2.5.2. Dasar-dasar Audio Digital
Dua langkah penting dalam pengkonversian sinyal Analog ke sinyal Digital:
1. Sampling
Menurut
Pohlmann
(2000,
p23),
teorema
sampling
menyatakan
bahwa
sebuah
sinyal
yang
terbatas
pada
sebuah
bandwidth
dan
berkelanjutan
dapat
|