Home Start Back Next End
  
51
digunakan adalah sistem angka binari. Representasi dalam basis 2
ini secara ideal cocok
dan
mendeskripsikan bagaimana sinyal asal yang berkelanjutan dapat direkonstruksi
dari sampel-sampel tersebut.
Dengan
kata
lain,
Sampling
mengkonversikan suatu
sinyal
waktu-kontinu
menjadi suatu
sinyal waktu-diskrit yang diperoleh dengan
mengambil
sampel
sinyal
waktu-kontinu pada saat waktu-diskrit.
Menurut Pohlmann
(2000,
p21),
Discrete
Time
Sampling
is
the
essential
mechanism that defines a digital audio system, permits its analog-to-digital
conversion, and differentiates it from an analog system.”, yang berarti Discrete time
sampling 
adalah 
mekanisme  penting 
yang 
mendefinisikan  sebuah 
sistem  audio
digital,
mengijinkan kemampuannya untuk
mengkonversikan sinyal
analog ke digital,
dan membedakannya dari sebuah sistem analog.
Untuk
memilih
periode
sampling
atau
sampling
rate,
beberapa informasi
tentang 
sinyal 
yang 
akan 
dijadikan 
sampel 
harus 
ada. 
Yang 
terutama 
adalah
beberapa
informasi
umum
yang
memperhatikan
daya
muat
frekuensi
sinyal.
Daya
muat
informasi
sinyal-sinyal seperti
itu
terdapat amplitudo,
frekuensi,
dan
fase
dari
berbagai komponen frekuensi.
2. Kuantisasi
Menurut Pohlmann
(2000,
p.32)
Quantization
is
thus
the
technique
of
measuring
an
analog
audio
event
to
form
a
numerical
value.”,
yang
berarti bahwa
kuantisasi
adalah
teknik
pengukutan sebuah
event
audio
analog
untuk
membentuk
sebuah
nilai
numerik.
Kuantisasi
mengkonversikan sinyal
analog
yang
bernilai
kontinu
waktu-diskrit menjadi
sinyal
digital
bernilai
diskrit,
waktu
diskrit.
Proses
kuantisasi adalah proses yang tidak dapat dikembalikan lagi (irreversible).
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter