Home Start Back Next End
  
52
2.6. Pemrosesan Sinyal Digital
Seperti yang
terlihat pada
gambar
2.17,
pemrosesan
sinyal
digital
merupakan
tahap-tahap
berupa
metode
yang
digunakan
untuk
mengekstrak atau
mengolah
data
mentah
(dari
file
musik
yang
sudah
didekompresi)
agar
menjadi
file
yang
berisi
pola
masukan
(input)
yang
digunakan
pada
proses
pembelajaran
(training)
dan
klasifikasi
pada propagasi balik (Proakis dan Manolakis, 1995, p4).
Menurut  Proakis  dan  Manolakis  (1995,  p2),  pemrosesan  digital  dari  sinyal
analog
mempunyai
beberapa
pengulangan. Pertama,
dan
yang
terutama,
konversi
suatu
sinyal
analog
menjadi
bentuk
digital,
yang
diselesaikan dengan
sampling
sinyal
dan
pengkuantisasian hasil sampel,
menghasilkan distorsi
yang
mencegah rekonstruksi ulang
sinyal
analog
asli
dari
sampling
yang
telah
dikuantisasi. Kontrol
jumlah
distorsi
ini
dicapai
dengan
pemilihan
laju
sampling
(sampling
rate)
yang
tepat
dan
presisi
proses
kuantisasi.
Kedua,
terdapat
efek
presisi
terbatas
yang
harus
dipertimbangkan dalam
pemrosesan digital dari sampling terkuantisasi.
Sinyal
didefinisikan
sebagai
besaran
fisik
yang
berubah-ubah menurut
waktu,
ruang, atau variabel bebas, atau variabel-variabel lainnya.
Umumnya,
suatu
segmen
suara
dapat
dinyatakan dengan
derajat
ketelitian
yang
tinggi
sebagai
jumlah
dari
beberapa
sinusoida
dengan
amplitudo
dan
frekuensi
yang
berbeda.
Sinyal
Masukkan
Analog
Konverter
Analog
Digital
Proses
Sinyal
Digital
Konverter
Digital
Analog
Sinyal
Keluaran
Analog
Sinyal
Masukkan
Digital
Sinyal
Keluaran
Digital
Gambar 2.17. Diagram balok proses sistem sinyal digital
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter