Home Start Back Next End
  
25
Jika bentuk
fungsi perentangan adalah basis orthonormal atau tight frame, maka
koefisien tersebut dapat dihitung dengan inner product yaitu
c(k ) = c
0
(k ) =
g
(t ),?
k
(t )
=
?
g
(t
)?
k
(t ) dt
dan
d
j
(k ) = d
(
j, k ) =
g
(t),?
j k
,k
(t )
=
?
g
(t
)?
j k
,k
(t ) dt.
Koefisien
d
(
j, k )
kadang  ditulis  sebagai
d
j
(k )
untuk  menegaskan  perbedaan
translasi
waktu
index
k
dan
parameter
skala
j.
Koefisien
c(k )
kadang
ditulis
sebagai
c
j
(k )
atau
c( j, k )
jika
skala
awal
umum
yang
dipergunakan
selain 
j
=
0
untuk
batas
bawah penjumlahan fungsi pada persamaan (2.8).
2.2.4.   Filter Banks
Dalam  banyak  aplikasi, 
tidak  perlu 
untuk 
terlibat 
langsung  dengan  scaling
function
ataupun
wavelet
function.
Hanya
koefisien
h(n), h1 (n)
dalam
persamaan
(2.4)
dan 
(2.6), 
serta
c(k ), d
j
(k ) dalam 
persamaan 
(2.8) 
yang 
perlu 
diperhatikan, 
dan
koefisien-koefisien
tersebut
dapat
ditampilkan
masing-masing
sebagai
filter
digital
dan
sinyal digital (Gopinath et al., 1992; Vaidyanathan, 1992).
Agar 
dapat 
langsung 
menggunakan 
koefisien 
transformasi 
wavelet,
harus
diperoleh
hubungan antara expansion coefficients
pada skala
yang
lebih
rendah dengan
skala yang lebih tinggi. Dimulai dengan persamaan recursive dasar
?
(t ) =
?
h(n)
n
2
?
(2t - n)
(2.9)
dengan asumsi terdapat solusi
yang
unik, dilakukan scaling dan
translasi
variabel
waktu
untuk menghasilkan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter