Home Start Back Next End
  
36
dinamakan basis
orthogonal jika
f
k
(t ),
f
l
(t )
=
0
untuk semua
k
?
l. Jika berada dalam
himpunan Euclidean tiga dimensi, vektor basis orthogonal adalah vektor koordinat yang
memiliki 
sudut 
90
0  
terhadap 
satu 
sama 
lain. 
Dinamakan 
basis 
orthonormal 
jika
f
k
(t ),
f
l
(t )
=
d
(k - l ) dan
juga
selain
bersifat
orthogonal,
vektor
basis
dinormalisasi
terhadap unity norm :
f
k
(t )
=1
untuk semua nilai k.
Dari definisi diatas, jelas jika
terdapat basis
orthonormal, setiap anggota dalam
himpunan vektor,
g
(t )? F ,
persamaan
g
(t ) =
?
a
k
k
f
k
(t )
dapat ditulis sebagai
g
(t ) =
?
k
g
(t ),
f
k
(t )
f
k
(t )
(2.16)
dan 
dengan 
melakukan 
inner 
product
f
k
(t )
pada 
kedua 
sisi 
persamaan 
(2.15)
didapatkan
a
=
g
(t ),
f
k
(t )
(2.17)
dimana 
inner 
product 
dari 
sinyal
g
(t )
dengan 
vektor 
basis
f
k
(t )
menghasilkan
koefisien
a
k
yang cocok.
Persamaan
perentangan
atau
representasi
ini
sangat
berharga
karena
menunjukkan bahwa persamaan (2.16) adalah operator identitas dalam pengertian bahwa
inner
product
yang
dioperasikan
pada
g
(t )
menghasilkan
himpunan
koefisien
(yang
ketika
digunakan
untuk
mengkombinasikan
vektor
basis
secara
linier)
menghasilkan
kembali
sinyal
asal
g
(t ).
Dasar
dari
teorema
Parseval
yang
menyatakan
bahwa
norm
atau   energi   dapat   dipartisi   terhadap   expansion  coefficients
a
k
.
Maka   dari  
itu,
interpretasi,  penyimpanan,  transmisi,  perkiraan,  kompresi  dan 
manipulasi  koefisien
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter