|
7
Asal nama
SEMARANG ialah dari kata ASAM ARANG menurut
legenda diceritakan bahwa dizaman dahulu di Semarang banyak ditumbuhi pohon-
pohon ASAM, yang sangat bermanfaat bagi penduduk sekitarnya. Pohon asam
tersebut
dahulu
banyak
tumbuh
disepanjang Jl. Pemuda, Jl. M.T. Haryono,
Gajahmada, A. Yani dan
lain-lain akan tetapi sekarang telah
musnah seiring
dengan
perkembangan
kota.
Sedangkan
kata
ARANG
berasal
dari
kata
akhir
dari daerah Pandan Arang, dimana Ki Pandan Arang bertempat tinggal. Ada lagi
pendapat
lain
yang
menyebutkan
bahwa asal
nama
Semarang
ASAM
ARANG
adalah
dari
pada
masa
lalu
pemberian nama
suatu
daerah
selalu
terkait
dengan
keadaan
sekitarnya,
yaitu
daerah
yang
banyak
ditumbuhi
pohon
asam
yang
daunnya tumbuh bergerombol dan Arang-arang (bahasa Jawa untuk jarang).
Dalam sejarah
diketahui,
bahwa
di
zaman
Mataram kuno
pada
abad
ke
VIII, Semarang sudah merupakan pelabuhan
penting di
pantai utara pulau Jawa.
Banyak para pedagang-pedagang dari Arab, Persia, India, Tionghoa (mendaratnya
laksamana Tiongkok bernama Cheng Ho untuk melakukan misi-misi militer, juga
mempunyai misi dagang dan kebudayaan) dan lain-lain yang singgah/berlabuh di
Semarang tak ketinggalan pula orang-orang Eropa. Orang Eropa pertama yang
dating adalah orang Portugis, kemudian menetap di daerah kota lama yaitu sekitar
Gereja Blenduk Semarang. Baru dia awal abad ke -17 orang Belanda masuk
Semarang.
Menurut
buku
Profil
Kota
Semarang
keluaran
Kantor
Informasi
dan
Komunikasi
Kota
Semarang, Karena pemerintahan
kota Semarang pada
waktu jaman penjajahan belum memadai dengan baik dari segi apa saja maka sejak
itu
Belanda
membangun
berbagai
sarana
baik
gedung-gedung
pemerintahan
|