|
30
4.
Ketidak akuratan data waktu
Ketidak
akuratan dari
catatan
waktu
dan
kehadiran
bisa
menimbulkan
meningkatnya biaya
tenaga
kerja
dan
membuat
laporan
biaya
tenaga
kerja
yang salah.
Lebih dari
itu, ketidak akuratan bisa
menyakiti
moral
karyawan
(jika
cek
pembayaran terlambat
atau
hilang)
atau
hasil
pembayaran untuk
jasa
tenaga
kerja
tidak
dibuat.
Otomatisasi
bisa
mengurangi
masalah ketidak akuratan dalam data waktu. Badge readers
dan barcode
scanners bisa digunakan
untuk
mengumpulkan data waktu
kehadiran.
Pembagian
tugas
yang
tepat
bisa
mengurangi ketidak
akuratan
yang
disengaja.
Semua
perubahan
harus
mendapat
persetujuan supervisor
yang
tepat.
Data
time
clock,
bisa
juga
digunakan untuk
merekonsiliasi
data job-time ticket untuk kepentingan manajerial dan pembiayaan.
5.
Ketidak akuratan proses penggajian
Kompleksitas proses
penggajian,
khususnya
kepentingan
berbagai
macam
pajak
membuat proses
ini
mudah
terjadi
kesalahan.
Kesalahan
dapat
menyakiti
moral
karyawan, khususnya
jika
cek
pembayaran
terlambat. Memproses
laporan
dan
catatan
biaya
gaji
yang
salah
dapat
mengakibatkan kegagalan
untuk
mengirimkan
jumlah
pajak
penghasilan
yang
tepat
kepada
pemerintah.
Kegagalan dalam
menghitung
secara
tepat
tunjangan-tunjangan dan
potongan
gaji
dan
membayarkan ke
pihak
yang
berwenang
juga
dapat
memberikan
hukuman bagi perusahaan.
|