|
30
Delapan
aturan
emas
1nengena1
perancangan
antarmuka
yang baik
menurut Shneiderman (1998,
p74-75)
adalah:
1.
Berusaha untuk
konsisten
Urutan tahap-tahap
yang
dilakukan
harus
konsisten;
istilah-istilah
yang
identik
harus
digunakan
pada prompt,
menu,
dan
layar bantu;
pewamaan,
layout, kapitalisasi,
huruf, dan lainnya yang
konsisten.
2.
Memungkinkanfrequent users
menggunakan shortcuts
Menyediakan torn.bol-tombol
shortcut
untuk
aksi
yang
sering
digunakan.
Pengguna
mengharapkan disediakannya
special
keys,
perintah-perintah
tersem.bunyi,
dan
fasilitas
makro se1ia waktu respon yang
singkat
dan
tampilan yang cepat.
3.
Memberikan umpan
balik
(feedback)'
yang
inform
Untuk
setiap
aksi
yang
dilakukan
pengguna,
hams disediakan
feedback.
Untuk
aksi
yang
sering
digunakan
dan
kecil,
respon
yang diberikan
sederhana,
sedangkan
untuk aksi
yang
jarang
digunakan
dan besar,
respon
yang
diberikan harus
lebih
banyak
dan
rinci.
4.
Merancang dialog
yang
memberikan keadaan
akhir
Urutan
aksi harus diatur
dalam
grup dimana
ada awal, tengah,
dan akhir.
Dengan
adanya
umpan
balik dapat
memberikan
pilihan
untuk
menyiapkan
grup aksi
berikutnya.
5.
Memberikan pencegahan kesalahan dan
penanganan kesalahan sederhana
Desain siste1n sedemikian
rupa
sehingga
pengguna
tidak
melakukan
kesalahan
yang fatal. Misalnya
adanya
pilihan
pada menu
lebih baik
dari
mengisi textbox yang
kosong.
|