Home Start Back Next End
  
11
2.2.1
Gejala Hikikomori
Berbagai
hal
dapat
menjadi penyebab hikikomori, namun
pada
tahap
remaja,
jika
seorang 
anak 
masih 
bersekolah, 
ada 
gejala 
yang 
dapat 
dilihat 
sebelum 
mereka
melakukan hikikomori. Menurut
Wikipedia The
Free Encyclopedia (2006),
gejala-gejala
tersebut antara lain sebagai berikut:
a.   Hikikomori terjadi 
tidak 
secara  drastis, 
melainkan  secara  bertahap 
sebelum
akhirnya pelaku mengunci pintu kamar sama sekali.
b.   Pelaku hikikomori sebelumnya sering
terlihat
tidak
bahagia,
kehilangan kawan,
merasa tidak aman, malu, dan berdiam diri.
c.   Kadang-kadang mereka menjadi bahan ejekan dari kawan-kawan di sekolah, jika
keadaan sudah memuncak, ejekan tersebut menjadi pemicu pengurungan dirinya.
Bila pelaku hikikomori masih bersekolah, biasanya
ia akan
melakukan toukoukyohi
(menolak pergi ke
sekolah disebabkan oleh
suatu
alasan
tertentu) terlebih
dulu.
Hal
ini
terutama disebabkan tekanan
yang dialaminya dari
kawan-kawan di
sekolah sehingga
ia
tidak merasa nyaman lagi untuk pergi ke sekolah.
Para
pelaku
hikikomori
yang
kurang
berinteraksi dengan
masyarakat, biasanya
kehilangan
kemampuan
untuk
bersosialisasi. Mereka
terbiasa
untuk
mengurung
diri
dengan
membaca
manga,
menonton televisi
atau
bermain
komputer,
sehingga
menyebabkan
mereka
tidak
memiliki contoh
lain
dalam
bergaul,
selain
dari
apa
yang
mereka lihat atau baca (Janti, 2006:193).
2.2.2  
Penyebab Hikikomori
Hikikomori,
yang
dalam
bahasa
Inggris
disebut
social
withdrawl
(penarikan
diri
dari
lingkungan
sosial),
dapat
ditimbulkan
oleh
berbagai
macam
permasalahan
sosial
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter