|
13
a.
Penyebab
Hikikomori
yang
Berhubungan
Dengan
Generasi
Mapan
(Kemewahan Keluarga, Kamar Anak,
dan Ketersediaan Media).
Pelaku
hikikomori adalah
individu
yang
disebut
generasi
mapan.
Generasi
yang
mapan
tidak
perlu
bersusah
payah
mencari
nafkah
untuk
kelangsungan
hidup
mereka. Seorang anak diusahakan oleh orangtuanya
untuk
memiliki kamar
sendiri dengan
berbagai
fasilitas,
dengan harapan agar
anak
dapat
belajar
dan
beristirahat dengan tenang (Janti, 2006).
b.
Penyebab
Hikikomori
yang
Berhubungan
Dengan
Keluarga
(Anak
Kesayangan, Hitorikko, Harapan Orangtua, Ketidakjelasan Peran Pria).
Hal
ini
dapat terlihat
dari
hubungan
yang
dekat
antara
ibu
dan
anak.
Sayangnya,
kedekatan
ini
menimbulkan
ketergantungan
seorang
anak
terhadap
ibunya
(konsep amae).
Para
ibu
sadar
bahwa
di
Jepang,
riwayat
pendidikan
seseorang sangat berpengaruh
untuk
mendapatkan pekerjaan di
tempat
yang baik
(gakureki shakai). Namun, tidak semua tujuan seorang ibu
ini
memiliki pengaruh
yang baik terhadap seorang anak (Janti, 2006).
Menurut Janti
(2006),
bila
sang
anak
tidak
mampu untuk
mewujudkan
harapan orang tuanya tersebut,
maka
harapan
itu
menjadi suatu tekanan
terhadap
pribadinya. Karena
itu,
muncul pula
istilah kyooiku mama,
yang berarti para
ibu
menaruh harapan dalam pendidikan putra-putri mereka.
Seorang
anak
yang
merupakan
hitorikko (anak
tunggal)
biasanya
dimanjakan
oleh
orang
tuanya.
Karena
hanya
seorang
diri
dalam
keluarga,
ia
tidak terbiasa
untuk bersaing dengan adik atau kakak. Semua perhatian tercurah
|