|
15
Gogatsu
byo
merupakan
keadaan
yang
dihadapi
oleh
mereka
yang
telah
selesai
mengikuti
ujian
masuk, baik ke
SMP, SMA,
maupun Universitas. Sejak
akhir
tahun
sebelumnya
sampai
dengan
awal
tahun,
dibulan-bulan
Januari
dan
Februari,
para
siswa
harus
berjuang
keras
mempelajari pelajaran
yang
akan
diujikan pada
ujian
masuk ke
tingkat berikutnya. Pada bulan
April, sekolah akan
dimulai
kembali setelah
sebelumnya
diinformasikan siapa
yang
berhasil
lulus
ujian
masuk.
Maka,
pada
bulan
Mei (gogatsu)
mereka
akan
merasakan suatu
kelelahan
dan
ketidakberdayaan,
seolah-olah
tenaga
telah
habis
terkuras
untuk
menghadapi ujian
yang
telah
dilaluinya.
Hal
inilah
yang
disebut
gogatsu
byo
(Janti, 2006).
Dari berbagai
macam permasalahan yang berhubungan dengan hikikomori tersebut,
tekanan
sekolah
merupakan
salah
satu
penyebab
hikikomori
yang
paling
banyak
terjadi
di Jepang.
Remaja
laki-laki
kota
di Jepang
seolah-olah berubah
menjadi
orang-orang
pertapa
modern,
yang tidak
pernah
meninggalkan kamar
tidur
mereka.
Tekanan
dari
sekolah
dan
ketidakmampuan untuk
bercerita pada
keluarga
mereka
adalah
penyebabnya (Rees, 2002).
Tekanan
biasanya
dirasakan
para
remaja
pada
saat
akan
menempuh
ujian
masuk
sekolah
yang
biasa
disebut juken
jigoku
(neraka
ujian),
disebut
demikian
karena
mereka
harus
berusaha sekuat tenaga
agar
dapat berhasil dalam
menempuh ujian
masuk
ke sekolah atau universitas terbaik (Janti, 2006).
Menurut Murakami (2000), tekanan cukup berat yang dihadapi oleh para remaja di
Jepang
dalam
menghadapi persaingan
di
dunia
pendidikan
ini
dapat
menimbulkan
berbagai penyimpangan sosial, seperti:
|