|
24
2.13
Distribusi untuk Menghitung Kehandalan
Pendekatan yang
digunakan
untuk
mencari
kecocokan
antara
distribusi
kehandalan dengan data kerusakan terbagi dalam dua cara yaitu :
a. Menurunkan distribusi kehandalan secara empiris
langsung dari data kerusakan.
Jadi dengan
kata
lain
kita
menentukan model
matematis
untuk kehandalan, laju
kerusakan dan
rata-rata waktu kerusakan secara
langsung berdasarkan pada data
kerusakan.
Cara
ini
disebut
juga
dengan
non-parametric method.
Hal
ini
dikarenakan
metode
ini
tidak
membutuhkan spesifikasi
dari
distribusi
teoritis
tertentu dan
selain
itu
juga
tidak
membutuhkan penaksiran dari
parameter
untuk
distribusi;
b.
Mengidentifikasi sebuah
distribusi
kehandalan
secara
teoritis,
menaksirkan
parameter
dan
kemudian
melakukan
uji
kesesuaian
distribusi.
Metode
ini
akan
menggunakan distribusi
teoritis
dengan
tingkat
kecocokan
tertinggi
dan
data
kerusakan
sebagai
model
distribusi
reliabilitas
yang
digunakan
untuk
menghitung kehandalan, laju kerusakan, dan rata-rata waktu kerusakan.
Berdasarkan kenyataan
bahwa
hampir
semua
data
kerusakan
umum
memiliki
kecocokan yang
tinggi
terhadap
suatu
distribusi
teoritis
tertentu,
maka
cara
kedua
umumnya lebih
disukai
daripada
cara
pertama.
Cara
kedua
juga
memiliki
beberapa
keunggulan (Ebeling, 1997, p358-359) :
a.
Model
empiris
tidak
menyediakan informasi
di
luar
range
dari
data
sampel,
sedangkan
dalam
model
distribusi
teoritis,
ekstrapolasi melebihi
range
data
sampel adalah mungkin untuk dilakukan;
|