|
39
2.5.3
Asumsi Model LP
Dalam menggunakan programa linear, diperlukan beberapa asumsi sebagai berikut:
1. Kesebandingan (proportionality)
Proporsionalitas
merupakan
asumsi
mengenai kegiatan
individual
yang
dipertimbangkan
secara
independen dari
yang
lainnya.
Asumsi
ini
menyatakan bahwa naik turunnya nilai Z dan penggunaan sumber atau
fasilitas, akan berubah secara proposional dengan perubahan tingkat
kegiatan.
2. Penambahan (additivity)
Asumsi
ini
menyatakan bahwa
nilai
fungsi tujuan setiap kegiatan
tidak saling
mempengaruhi,
atau dalam LP dianggap bahwa kenaikkan
nilai
fungsi tujuan
(Z) yang diakibatkan
oleh kenaikan
suatu kegiatan
dapat ditambahkan tanpa
mempengaruhi bagian nilai Z yang diperoleh dari kegiatan lain atau dapat
dikatakan bahwa tidak ada korelasi antara satu kegiatan dengan kegiatan lain.
3. Pembagian (divisibility)
Dalam persoalan
programa
linear,
variabel
keputusan
boleh
diasumsikan
berupa
bilangan
pecahan.
Jika
nilai-nilai
mutlak
diperlukan, suatu
model
LP
alternatif harus digunakan yakni Integer Programming.
4. Kepastian (deterministic atau certainty)
Setiap parameter, yaitu koefisien fungsi tujuan, ruas kanan, dan koefisien
teknologis
diasumsikan dapat
diketahui
secara
pasti.
Asumsi
mengenai
kepastian
adalah
bahwa
semua
parameter
model
nilai-nilai
(,
a
ij
, b
i
,
dan
C
j
)
merupakan
konstanta-konstanta
yang
diketahui.
Dalam praktek,
asumsi
ini
jarang dipenuhi secara tepat. Model-model pemrograman
linier biasanya
|